Tips menghindari kemacetan saat libur Natal: Okezone Automotive

Uncategorized126 Dilihat

JAKARTA – Natal 2023 dan Malam Tahun Baru 2024 (Nataru) memperkirakan 107 juta orang akan pindah ke sana dan mobilitasnya didominasi oleh mobil penumpang. Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu perjalanan agar dapat mencapai tujuan sesuai jadwal.


Berbagai persiapan perlu dilakukan seperti kebugaran jasmani, kendaraan dan meminimalkan barang bawaan. Tujuannya agar perjalanan di tengah lalu lintas padat terasa aman dan nyaman.

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan saat ingin bepergian saat liburan Natal adalah pemilihan waktu perjalanan. Kami berharap masyarakat memilih waktu yang tidak terlalu sibuk, apalagi dengan jadwal liburan.

“Untuk menghindari kemacetan, salah satu kuncinya adalah manajemen waktu. Namun pada libur Natal dan Tahun Baru, serta saat Idul Fitri, semua orang pasti terjebak kemacetan. “Mereka yang berangkat pagi itu pun pasti terjebak kemacetan,” kata Sony Susmana, direktur pelatihan Safety Defensive Consultant (SDCI), kepada MNC.

Kondisi fisik dan mental juga harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan saat liburan Natal. Untuk menjaga kondisi fisik tetap baik dan tetap waspada secara mental sepanjang perjalanan, Anda perlu istirahat secara teratur.

“Kunci perjalanan jauh adalah istirahat secara teratur, kalau menggunakan sistem target sangat berbahaya. “Jadi kalau ingin Tahun Baru di tempat tujuan harus melakukan perjalanan dua hari sebelumnya,” ujarnya.

Sony juga mengatakan masyarakat yang bepergian dengan mobil pribadi saat libur Natal harus bisa mengatur jadwal istirahat. Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan pengemudi agar jalan lebih aman.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Perkuat silaturahmi dengan masyarakat Palembang, Bacaleg Perindo adakan kontes Gaple: Berita dari Okezone


“Ini sangat penting karena banyak kecelakaan terjadi karena mengemudi secara paksa. “Atur jadwal istirahat, meski hanya berhenti di tempat istirahat untuk melakukan peregangan dan sebagainya, kondisi mental kita akan mempengaruhi cara kita berkendara,” ujarnya.

Menurut Sony, mental pengemudi akan terkuras jika dipaksa mengemudi dalam jangka waktu lama. Pasalnya, mereka hanya konsentrasi mengemudi dan tidak bisa melakukan aktivitas lain di dalam mobil seperti penumpang lainnya.

“Di dalam kabin, jarak pandang terbatas dan kami juga merasa tertutup di interior. Artinya kita perlu istirahat, lalu menghirup udara agar darah tetap lancar. “Penglihatan dan penciuman sebenarnya harus kita rangsang,” jelasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *