Tim Kuasa Hukum AMIN Diminta Jadi Saksi di MK, Airlangga: Belum Ada Undangan: National Okezone

Uncategorized47 Dilihat

JAKARTA – Tim hukum nasional calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mengadili empat Menteri Kabinet Indonesia Maju terkait hasil pemilihan umum (PHPU).

Salah satunya adalah Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato. Menanggapi hal tersebut, Airlangga enggan memberikan banyak komentar.

“Iya kita tunggu saja,” kata Airlangga saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Jumat (29/3/2024).

Menurut dia, terkait permohonan menjadi salai dalam proses PHPU, dirinya tidak menerima undangan yang dimaksud. Dalam konteks ini, dia belum bisa memastikan apakah dirinya akan ikut atau tidak bersaksi.

Kita lihat saja, belum ada undangan, ujarnya.

Sekadar informasi, selain Airlangg, menteri yang dimintai keterangan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani; Menteri Sosial Tri Rismaharini; dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Permohonan sudah kami kirimkan ke komisi hakim hingga Menteri Keuangan RI, Menteri Sosial RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Koordinator Perekonomian RI,” kata Ketua Tim Hukum Nasional AMIN. , Ari Yusuf Amir pada sidang PHPU, Kamis (28/03/2024).




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Ari tidak merinci informasi apa saja yang akan digali dari keempat menteri tersebut. “Untuk mendengarkan keterangannya dalam persidangan ini, Yang Mulia,” ujarnya.

Mendengar permintaan tersebut, Ketua Hakim Konstitusi Suhartoyo mengatakan hakim konstitusi akan membahasnya terlebih dahulu.

“Iya nanti kita bicarakan, empat, empat menteri ya?” kata Suhartoyo.

“Empat menteri yang mulia, betul,” jawab Amir.

Baca Juga  Proses etik bersama 93 pegawai KPK terbagi dalam 9 berkas perkara, berikut pembagiannya: National Okezone

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *