Tantangan di era digital, industri TV dan radio tetap menjadi prioritas perusahaan Jepang: Okezone News

Uncategorized67 Dilihat

TOKYO – Masyarakat dunia saat ini sedang menghadapi kemajuan yang sangat besar teknologi dan informasi di era digital. Apalagi dengan kemunculannya Internet sebagai saluran globalisasi yang membantu masyarakat di berbagai sektor, mulai dari perekonomian hingga pendidikan.

Hal ini juga membawa sejumlah tantangan bagi industri TV, radio, dan media cetak dengan munculnya platform media baru seperti media sosial dan layanan streaming video lainnya.





   

Sehingga masyarakat tidak perlu menunggu tayangan untuk mendapatkan informasi yang menghibur dan informatif.

Namun tidak semua negara mengalami hal yang sama, misalnya saja Jepang masih konsisten dalam memberikan informasi primer kepada warganya.

Terutama menggunakan media TV dan radio untuk menyiarkan informasi situasi dan evakuasi bencana alam di Jepang.

Jurnalis kawakan yang kini menjabat presiden direktur Bee Media LLC, Haruo Akuwa, mengatakan TV dan radio masih menjadi saluran yang dipercaya masyarakat Jepang. Sebab, keduanya memberikan informasi real-time kepada masyarakat.

“Siaran televisi merupakan saluran nomor satu yang sangat dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat. disampaikan melalui website, kata Haruo beberapa waktu lalu pada kuliah di program Jepang East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) pertukaran jurnalis muda Indonesia-Jepang.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Ia kemudian menceritakan bagaimana peran radio tersebut berhasil memberikan informasi kepada militer Jepang untuk segera menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak gempa Ishikawa.

“Gempa Ishikawa, khususnya Noto, terganggu. Pihak militer mengangkut bahan bakar ke stasiun TV untuk operasionalnya,” ujarnya.

Baca Juga  Kepala BI Ungkap 5 Alasan yang Akan Melemahkan Ekonomi Global di 2024: Economy Okezone

Ia mengatakan, kejadian bencana seringkali dilebih-lebihkan sehingga pemberitaannya mengandung hoaks atau berita bohong. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Jepang selalu menyiarkan informasi bencana melalui televisi, radio, dan media cetak.

“Setiap kali terjadi bencana, banyak sekali berita palsu yang tersebar di Internet. Meski media mengalami penurunan drastis, namun mereka (orang Jepang) sudah terbiasa membaca, sehingga penulisan berita masih tetap dipertahankan di Jepang,” ujar pria yang meliput tsunami 2011. di wilayah Tohoku.

Jadi, dia yakin tugas jurnalis tidak akan berkurang seiring berjalannya waktu. Sehingga media massa akan terus dilestarikan.

“Perubahan digitalisasi media massa tidak bisa diprediksi, aktivitas fundamental jurnalis, turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi, mengedit informasi, mengecek berita masih tetap dipertahankan,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *