Takut Tuhan, Tokoh Agama Melawan Raja Kediri Kertajaya: National Okezone

Uncategorized40 Dilihat

SIKAP kesombongan Kertajaya, Raja Kediri dan tindakan kontroversialnya menentang kaum Brahmana. Namun sikap Kertajaya sudah tidak bisa dikendalikan lagi, ia malah mengaku sebagai Tuhan dan menuntut untuk disembah.

Akibatnya, terjadi reaksi balik dari para Brahmana yang berujung pada hukuman mati bagi beberapa pendeta agama.

Kondisi keamanan inilah yang akhirnya mengusir para Brahmana dari Kediri menuju Tumapela. Akibat tindakan dan sifat raja tersebut, kekacauan di kerajaan Kediri semakin bertambah. Keamanan di Kediri menjadi terganggu dan tidak stabil. Akibatnya para Brahmana Kediri berpisah untuk menghindari kerajaan Kediri.

Kebanyakan dari mereka berbondong-bondong ke Ken Aroka untuk mencari suaka politik dan tinggal di Tumapela. Singkat kata, para Brahmana meminta bantuan Ken Arok yang berhasil menggulingkan pemerintahan ANGKAL Ametung untuk mengembalikan harkat dan martabat agama, seperti yang dikisahkan dalam “Hitam Putih karya Ken Arok dari Kemuliaan Hingga Keruntuhan”

Ken Arok yang saat itu menjabat penguasa Tumapela bergelar wakil Rajasa Sang Amurwabhumi menyambut kedatangan para brahmana tersebut dengan gembira. Menurut Ken Arok, ia dan para brahmana mempunyai hubungan yang kuat.

Selain itu, semasa kecil Ken Arok berguru pada dua orang brahmana, Mahaguru Tantripala dan Lohgawe. Maka Ken Arok yang berasal dari golongan Sudra sangat menjunjung tinggi dan menghormati kaum Brahmana.

Oleh para Brahmana Kediri dan Tumapela, Ken Arok dianugerahi gelar Batara Guru dan penjelmaan Dewa Siwa. Ken Arok dipandang oleh para Brahmana sebagai manifestasi Dewa Siwa di Bumi.

Gelar tersebut dinilai sebagai upaya untuk melegitimasi dan memberikan dukungan moral kepada Brahmana Ken Aroka untuk membalikkan pamor agama Hindu, selain mengalahkan Raja Kertajaya tentunya.



Baca Juga  Jokowi: Tidak boleh alergi kritik: National Okezone

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Para brahmana juga terlibat dalam memprovokasi masyarakat agar tidak menaati pemimpin yang menghina agama. Sontak karena seruan agama tersebut, masyarakat Kediri akhirnya ikut melakukan perlawanan terhadap pemimpinnya sendiri.

Karena yang memerintahkannya adalah para brahmana yang dianggap tokoh suci oleh masyarakat, maka mereka pun menurut. Rakyat Kediri akhirnya kembali mendukung kaum Brahmana dan Ken Arok untuk mengalahkan Prabu Kertajaya. Atas seruan para brahmana, mereka ikut serta dalam pertempuran lompat untuk melawan pemimpin mereka, Kertajaya.

Pasukan dikumpulkan, strategi dirumuskan. Hal ini membuat Tumapel siap menyerang kerajaan Kediri kapan saja. Apalagi sebagian besar masyarakat Kediri sudah muak dengan tindakan Raja Kertajay.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *