Soal Penetapan Wamenkumham Sebagai Tersangka, KPK: Nanti Kita Update: National Okezone

Uncategorized136 Dilihat

JAKARTA – Wakil Presiden Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan ditinjau Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.




“Nanti kita update, soal administrasi perkara pidana. Nanti akan kami update atau request perkembangannya kepada perwakilan, kata Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengomentari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Eddy Hiarie yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap.

Firli mengatakan, pihaknya akan memediasi proses penyidikan lain dalam penanganan kasus pidana yang melibatkan nama Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tersebut.

Benar, kami sedang dalam proses menangani dugaan tindak pidana korupsi atau yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut, kata Firli kepada wartawan, Selasa (14/11/2023).

“Saya ingin memastikan suatu saat nanti hasil kerja rekan-rekan Komisi Pemberantasan Korupsi akan sampai ke rekan-rekan saya. “Tunggu saja, waktunya akan tiba,” lanjutnya.

Firli mengatakan Pimpinan KPK lainnya, Alexander Marwata, telah menandatangani surat perintah pengusutan peristiwa yang terjadi.

“Tentu kalau Pak Alex bilang sudah menandatangani surat perintah penyidikan dua minggu lalu, Pak Alex yang penindakan, jadi tidak ada yang tahu, itu pasti benar. “Kami yakin karena Pak Alex dan Pak Tanak mengiyakan,” ujarnya

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya


Baca Juga  Perang Sarung Jelang Sahur, 10 Remaja di Pesanggrahan Ditangkap: Okezone Megapolitan

Firli menambahkan, pihaknya mengungkap kasus yang terjadi pada 26 September 2023 itu. Ia mengatakan, kasus tersebut saat ini masih ditangani pihaknya.

“Harus saya laporkan bahwa sehubungan dengan proses penanganan perkara ini sudah ada pengungkapannya kalau tidak salah pada tanggal 26 September 2023. Mengenai proses penyidikan, bukti permulaan tentu cukup, wajar saja. bahwa telah terjadi tindak pidana dan panitia pemberantasan korupsi tentunya masih berproses,” jelasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *