Simak Kinerja dan Strategi Gas Bumi PGN PGAS: Okezone Economy

Uncategorized81 Dilihat

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN membuka informasi mengenai kinerja dan strategi pengelolaan gas bumi nasional pada triwulan III tahun 2023.

Kebijakan strategis yang diambil pada akhir tahun 2023 adalah penambahan portofolio pelanggan baru secara konsisten untuk mencapai target volume pengelolaan gas bumi.

Upaya diversifikasi usaha didukung melalui peran anak perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan pendapatan konsolidasi melalui bisnis lain.

Selain itu, pengelolaan biaya dilakukan secara optimal tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kehandalan dalam kegiatan usaha dan PGN juga memastikan memiliki tim kerja yang handal melalui pengembangan kompetensi dan penerapan HSSE untuk kenyamanan bekerja.

“PGN melaksanakan akuisisi pelanggan untuk mencapai manajemen volume gas bumi tambahan dengan menambah pelanggan baru, menyediakan infrastruktur gas off-pipeline (LNG dan CNG retail) dan memperluas saluran gas rumah tangga untuk mendukung kebijakan pengurangan subsidi,” kata Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko. . Pameran Publik Langsung 2023, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sementara anak perusahaan mengembangkan diversifikasi usaha melalui pengembangan Arun LNG, proyek biometana, dan optimalisasi WK Pangkah, ujarnya.

Dari sisi hasil usaha, aliran gas bumi pada bisnis transportasi sebesar 1.444 MMSCFD mampu tumbuh sebesar 8%. Hal ini disebabkan adanya aliran gas pada pipa transmisi Gresik-Semarang.

Volume niaga gas bumi juga meningkat sebesar 5% atau menjadi 935 BBTUD, dimana jumlah pelanggan mencapai lebih dari 839 ribu dengan volume terbesar berasal dari industri pembangkit listrik, kimia, keramik, makanan dan pupuk.

Peningkatan volume usaha tersebut salah satunya disebabkan karena harga rata-rata gas yang dijual PGN sangat kompetitif dibandingkan bahan bakar lain seperti HSD (setara USD 41,18/MMBTU), LPG – 12 kg (setara USD 26,20/MMBTU). ) atau MFO (setara USD 33,74/MMBTU).

Baca Juga  Jadwal imsak dan waktu sholat bulan ini Januari 2024 Jakarta dan sekitarnya

Portofolio bisnis multi-anak perusahaan lainnya yang meraih pertumbuhan kinerja adalah pengangkutan minyak mentah sebesar 42,9 MMBOE atau naik 400% karena distribusi minyak Rokan. Kemudian, regasifikasi LNG mengalami peningkatan sebesar 21% menjadi 158 BBTUD karena meningkatnya permintaan di Hub LNG Arun.

Atas kinerja operasi tersebut, pendapatan konsolidasi yang dibukukan PGN meningkat 2% atau tercatat sebesar $2,69 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari perdagangan gas bumi dan pengangkutannya, yaitu 78%, dan sisanya berasal dari konsumen dan badan usaha lainnya.

Posisi setara kas masih terlihat solid untuk kebutuhan investasi dan modal kerja perseroan, dimana nilai tercatat sebesar $1,04 miliar. Angka ini turun secara year-on-year karena upaya perseroan memperbaiki struktur utang melalui aksi korporasi pembelian kembali obligasi.

“Posisi kas kami tetap kuat setelah pembelian kembali tahun ini dan didorong oleh arus kas operasional yang berkelanjutan. Lebih lanjut, jika dilihat dari rasio interest coverage (10,3x) dan rasio utang terhadap ekuitas (0,5x), PGN masih berada pada posisi likuiditas yang baik. “Jika kedepannya terdapat kebutuhan pembiayaan eksternal, peluang ini masih terbuka bagi kami,” tambah Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fadjar Harianto Widodo.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya


Selain itu, dilakukan belanja modal sebesar $132 juta, dengan 57% digunakan untuk pelanggan dan bisnis lainnya dan sisanya untuk kebutuhan bisnis pelanggan. Beberapa proyek yang menyerap penggunaan modal ini antara lain gasifikasi kilang minyak Pertamina melalui pipa Senipah-Balikpapan, jaringan gas kota (jargas), dan revitalisasi terminal LNG Arun.

Baca Juga  Polisi menangkap pembunuh remaja putri yang tangan dan kakinya diikat lakban: Okezone Megapolitan

Pipa Senipah-Balikpapan terpasang ±76 km dari target ±78 km. Proyek ini merupakan bagian dari kontribusi sinergis PGN dengan Pertamina dalam mendukung kegiatan operasional kilang unit V Balikpapan. Pipa yang akan dibangun berdiameter 20 inci dan akan dimulai pada tahun 2022.

Sebagai dukungan kepada pemerintah dalam pelaksanaan proyek strategis nasional, pembangunan pipa gas yang dibiayai PGN dilaksanakan di 37 kota/kabupaten dengan berbagai jenis transportasi. Pembangunan yang telah selesai sebanyak 102.354 sambungan rumah.

Upaya revitalisasi aset terminal LNG Arun dilakukan sehubungan dengan upaya menangkap potensi pasar LNG Asia yang sangat menarik. Tangki yang belum optimal akan disesuaikan agar proyeksi kapasitas 127.000 m3 dapat berfungsi kembali di kemudian hari. Proyek ini kini dalam tahap pencarian partner untuk pekerjaan EPC.

PGN akan terus berkontribusi aktif dan memanfaatkan peluang untuk mencapai tujuan net zero emisi melalui pengembangan biometana.

Proyek ini merupakan upaya menjaga keberlangsungan bisnis gas bumi PGN yang memanfaatkan limbah kelapa sawit. Potensi permintaan sejauh ini bisa mencapai ±5,2 MMSCFD. Proyek masih dalam proses penyusunan Front End Engineering Design (FEED)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *