Pesona Kampung Merah di Siak Utara Sri Indrapura: Okezone Travel

Uncategorized29 Dilihat

ETNIS Masuknya orang Cina diharapkan Siak Sri Indrapura, Riau pada akhir abad ke-19. Berdasarkan cerita masyarakat setempat, kehadiran mereka merupakan undangan langsung dari Sultan Syarif Kasim II yang saat itu sedang menjabat.

Hal ini dilakukan Sultan Syarif untuk mendorong semangat kewirausahaan masyarakat setempat. Orang-orang keturunan Tionghoa ini kemudian mendiami wilayah utara Siak, 500 meter dari Istana Siak yang dikenal dengan Pecinan Siak.

Di sana mereka membangun rumah ibadah bernama Klenteng Hock Siu Kong yang pembangunannya memakan waktu 9 tahun. Candi ini resmi beroperasi pada tahun 1898, sekitar 5 tahun setelah selesainya pembangunan Istana Siak.

Menariknya, desain kelenteng Hock Siu Kong diwujudkan oleh Vande Morte, seorang arsitek asal Jerman yang juga menggarap desain Istana Siak. Di halaman candi dipajang mural yang menggambarkan kisah delapan dewa (Ba Xian) dalam mitologi Tao.

Delapan dewa adalah simbol kebahagiaan dalam masyarakat Tiongkok dan mewakili delapan keadaan kehidupan: muda, tua, miskin, kaya, biasa, mulia, laki-laki dan perempuan. Mural tersebut kemudian dihiasi ukiran 12 lambang zodiak di bagian bawahnya.

Arsitektur Hock Siu Kong sederhana namun mencolok karena warnanya. Atap candi ini dihiasi dengan patung dua ekor naga dan dua ekor burung merak. Sedangkan patung singa, kuda, teratai, dan naga dipahat di tengah-tengah patung.

Kelenteng Hock Siu Kong di Pecinan Siak Sri Indrapura, Riau.  (Foto: Siska Maria Eviline/Okezone)

Saat memasuki pintu utama candi, pengunjung akan disuguhi gambar delapan dewa dan ukiran bunga. Kho, salah satu penjaga di Hock Siu Kong, mengatakan tidak ada perubahan pada kelenteng tersebut sejak pertama kali didirikan.

“Semua yang ada di sini masih asli. Kalaupun ada penambahan, mereka hanya memberikan sayap di kiri dan kanan bangunan induk candi, kata Kho. Zona Samuderapada 10 Maret 2024.

Baca Juga  Pegadaian Area Surabaya 2 selenggarakan festival Ramadhan, bazar emas dan santunan anak yatim: Okezone economy


Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Setelah Anda meninggalkan kawasan Kelenteng Hock Siu Kong, Anda dapat mengunjungi dua tempat lagi. Di depan kuil, Anda berjalan sekitar 50 meter menuju Waterfront Park kota dan menyaksikan perahu hilir mudik.

Dari taman, Anda bisa kembali ke Kuil Hock Siu Kong dan menyusuri deretan toko kayu berlantai dua yang didominasi warna merah mencolok milik warga keturunan Tionghoa.

Kawasan Pecinan Siak Sri Indrapura.  (Foto: Siska Maria Eviline/Okezone)

Ada yang membuka toko kelontong, toko pakaian, bahkan kedai kopi. Jika Anda pecinta kopi, cobalah secangkir Kopi O dan cakwe di Pecinan Siak.

Ali, salah satu pemilik kedai kopi di kawasan itu, mengaku menggunakan biji kopi yang didatangkan langsung dari Kabupaten Kerinci, Jambi. Menurutnya, biji kopi tersebut disangrai dengan mentega dan gula.

“Dengan cara ini kita bisa memperoleh biji kopi dengan rasa dan aroma yang khas. “Di sana Kopi O Siak enak,” kata Ali.

Menuju Siak Sri Indrapura

Siak Sri Indrapura bisa Anda capai dari Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau. Yang tadinya memakan waktu 2 jam kini bisa ditempuh hanya dalam waktu 90 menit berkat Simpang Susun PT Sawit Inti Rakyat (SIR).*

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *