Pegi Akui Jadi Korban Kasus Vina Cirebon, Ini Tanggapan Polisi: Okezone News

Uncategorized12 Dilihat

BANDUNG – Polda Jabar menanggapi singkat pernyataan orang tua Pegi Setiawan alias Perong yang mengaku dikorbankan demi menyelamatkan anak pejabat tersebut dalam kasus pembunuhan Vin Dewi Arsit dan M Rizka Rudian atau Eky di Cirebon pada tahun 2016.

Sementara itu, saat dimintai reaksi atas pernyataan ibu Pegi yang menyebutkan anaknya menjadi korban penangkapan ilegal dalam kasus Vina Cirebon, Kabag Humas enggan menjawab.

“Penyidik ​​masih melakukan pendalaman. Saat ini belum ada perkembangan,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kompol Jules Abraham Abast, Jumat (24/05/2024).

Diketahui, pihak keluarga menilai penangkapan Pegi Setiawan terkait pembunuhan Vina Cirebon sangat aneh. Menurut keluarga, saat kejadian tahun 2016 lalu, Pegi sedang bekerja di Bandung. Namun saat itu, usai kejadian, polisi menggeledah rumah Pegi dan menyita 2 unit sepeda motor.

Setelah 8 tahun, Pegi ditangkap di Jalan Kopo Bandung, Selasa (21/05/2024) lalu. Saat ditangkap, Pegi yang baru pulang dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan tak melakukan perlawanan. Saat ini Pegi masih diperiksa intensif penyidik ​​Polda Jabar.

Sang ibu menemui Pegi di Mapolda Jabar. Pegi membenarkan kepada ibunya bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Pegi bahkan mengaku siap mati karena menjadi korban petugas.

“Apakah kamu melakukannya (membunuh Vin dan Eky) atau tidak? Tidak bu, demi Allah, demi Rasulullah. Aku berniat mencari nafkah untuk adik-adikku. Buat apa aku bergabung dengan orang seperti itu? (geng pengendara motor),” kata Kartini.




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Gempa mengguncang Labuan Bajo, NTT: Okezone News

“Itu saja, Pegi masih dalam kasus ini. Itu setelah ibu pulang, Pegi belum tua, Pegi minta maaf ke ibu dan ayah. Mungkin Pegi belum tua, dia tidak akan bertemu ibu lagi. Dia meminta maaf kepada Pegi, biarkan saja begitu, itu pengorbanan untuk orang penting, pejabat, Pegi tidak berbuat apa-apa, Pegi mati syahid.

Kartini meyakini Pegi Setiawan alias Pegi alias Perong menjadi korban salah tangkap polisi dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon. Wanita paruh baya itu pun meyakini Pegi tidak bersalah atau terlibat dalam kasus yang terjadi pada 2016 itu.

“Saya yakin Pegi tidak bersalah. Saat kejadian pada tahun 2016, Pegi sedang berada di Bandung bekerja sebagai kuli bangunan bersama ayahnya. Dia bilang dia tidak melakukannya. “Dia rela melakukan semua ini (pekerjaan konstruksi) untuk membantu ekonomi keluarga, untuk membantu sekolah adiknya,” kata Kartini saat ditemui di rumahnya di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (24/05/2021). 2024). .

Kartini mengatakan, saat penggeledahan, petugas memeriksa seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut. Petugas menyita sejumlah dokumen milik Pegi, antara lain ijazah SMA, dua STNK, satu tas handphone, dan fotokopi KTP kakak Pegi.

“Saya tidak tahu karena saya di Bandung mengunjungi Pegi. Kakak Pegi mengatakan, yang dibawa Pegi adalah surat-surat Pegi, termasuk STNK sepeda motornya. Casing ponsel milik saudara perempuan Peggy dan fotokopinya milik putri sulung saya. “Semua ruangan sudah diperiksa,” ujarnya.

Kompol Jules sebelumnya bereaksi terhadap pernyataan Saka Tatal, salah satu mantan narapidana pembunuhan keji Vin dan Eky yang terjadi pada Sabtu, 27 Agustus 2016, yang mengaku menjadi korban penangkapan ilegal.

Kompol Jules meminta masyarakat menahan diri. “Jika ada informasi yang mengandung opini, kami mohon masyarakat menahan diri,” kata Komisioner Polisi Jules Abraham Abast.

Baca Juga  Astrid menutup tahun 2023 dengan karya: Celebrity Okezone

Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Jabar, kata Kabid Humas, akan bekerja maksimal menuntaskan kasus ini. Penyidik ​​akan transparan dalam mengungkap kasus pembunuhan Vin dan Eky. “Kami akan bekerja sebaik dan setransparan mungkin,” kata kepala humas.

Diberitakan sebelumnya, salah satu terpidana kasus pembunuhan kekasih Vin dan Eky di Cirebon, Saka Tatal, mengaku menjadi korban salah tangkap polisi.

Saka mengaku tidak pernah mengenal kedua korban pembunuhan tersebut. Karenanya, dia mengaku heran mengapa polisi melibatkannya dalam kasus ini.

“Saya tidak kenal korbannya. Saya bingung dan takut saat itu. Karena mereka memaksa saya untuk memukul, menendang, menyetrum saya dan menyuruh saya mengaku,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18 Mei 2024). . .

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *