Mengapa korban dugaan pelecehan yang dilakukan rektor UP melapor ke polisi? : Okezone Megapolitan

Uncategorized88 Dilihat

JAKARTA – Kuasa hukum korban berinisial R dalam kasus dugaan tersebut pelecehan seksual oleh Rektor UP Amanda Manthovani menjelaskan mengapa kliennya hanya melaporkan dugaan kejadian yang dialaminya ke polisi. Padahal, kasus yang menimpanya terjadi pada awal tahun 2023.

Alasannya, korban takut dengan kekuasaan rektor.

“Kadang kita suka bertanya kenapa ada kejadian setahun lalu dan baru diumumkan sekarang? Sebenarnya perempuan itu ada beberapa tipenya, ada hubungannya dengan relasi kekuasaan, yaitu penguasa dan bawahan,” ujarnya kepada wartawan. , Minggu (25 Februari 2024).

Menurut dia, faktor relasi kuasa menjadi salah satu penyebab korban hanya melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Kliennya takut jika ia melaporkan hal tersebut ke polisi, akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada dirinya, mengingat kliennya adalah salah satu bawahan di tempat kerjanya.

“Itu banyak pemikiran, takut, apalagi dia tahu apa itu rektor, dia beruang, dia punya banyak koneksi, di otaknya, bagaimana kalau saya laporkan ini, saya akhiri, dia berpikir seperti itu, takut ,” dia berkata.

Ia mengungkapkan tak ingin sendirian pasca dugaan pelecehan yang dialaminya saat kliennya dipanggil ke kantor rektor. Tak lama kemudian, korban dibawa ke tempat kerjanya.

“Sejak kejadian Februari (2023), 5 bulan kemudian, terjadi perubahan psikologi, sehingga suaminya bingung, kenapa aneh sekali? Sampai-sampai terkadang mereka sering bertengkar karena kelakuan istrinya yang aneh. ” , kenapa beda sekali,” ujarnya.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Pasca kejadian tersebut, jelasnya, kliennya mengalami perubahan psikologis yang berdampak pada kehidupan rumah tangganya. Sempat didesak sang suami karena sikap kliennya berubah, korban menceritakan dugaan pelecehan yang dialaminya hingga sang suami memintanya melaporkan ke polisi.

Baca Juga  Bareskrim Bahas Kasus Penambangan Ilegal PT CSS di Hutan Kalimantan: Berita Okezone

Jadi ada dukungan dari suaminya, dari keluarga, akhirnya dia punya kekuatan untuk membuat laporan, jelasnya.

Amanda menambahkan, pihaknya mengaku kepada pihak yayasan kampus sebelum melaporkannya ke polisi. Namun selama ini pihak yayasan terkesan acuh terhadap kejadian yang dialami kliennya, hingga akhirnya korban memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.

“Korban ini membuat surat resmi ke pihak yayasan untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Selama ini pihak yayasan terkesan cuek dan cuek sehingga akhirnya melapor. Artinya, korban menjalani proses, tidak langsung melaporkan ke pihak yayasan. polisi,” katanya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *