Konflik antar anak Panembahan Senopati, penguasa Mataram, menyebabkan kematian misterius: National Okezone

Uncategorized33 Dilihat

KEMATIAN Panembahan Senopati menimbulkan permasalahan serius di internal Kerajaan Mataram. Faktanya saat itu Mas Jolang atau yang dikenal dengan Pangeran Hanyakrawati akhirnya naik tahta menggantikan ayahnya yang telah meninggal.

Putra Panembahan Senopati, Pangeran Hanyakrawati, akhirnya didaulat menjadi raja kedua kerajaan Islam Mataram. Namun pengangkatan tersebut memiliki permasalahan tersendiri karena Mas Jolang berselisih dengan Pangeran Puger atau Raden Mas Kentol Jururon yang juga merupakan anak Panembahan Senopati dari selir bernama Nyai Adisara.

Saat itu, putra pertama Senopati, Raden Rangga Samudra (lahir dari Rare Semangkin), sudah lama meninggal. Hal ini menjadikan Pangeran Puger yang dikutip dari buku “Babad Tanah Jawi” karya Soedjipt Abimanyu menjadi putra sulung dan merasa mempunyai hak yang lebih besar atas takhta Kesultanan Mataram dibandingkan Mas Jolang.

BACA JUGA:

Pengangkatan Pangeran Hanyakrawati mengangkat isu konflik di keluarga Senopati. Anak keduanya, Pangeran Puger, konon tak mau menghadiri rapat kenegaraan di Mataram saat itu. Kisah-kisah tersebut juga konon diabadikan dalam kitab kuno Babad Tanah Jawi.

Hanyakrawati menyadari hal tersebut dan mengangkat adiknya menjadi Adipati Demak. Meski begitu, Pangeran Puger tetap memberontak pada tahun 1602. Terjadi perang saudara antara Mataram dan Demak.

Akhirnya pada tahun 1605, Pangeran Puger berhasil ditangkap dan diasingkan ke Kudus. Putra Pangeran Puger kemudian diangkat menjadi Bupati Pati dengan gelar Adipati Pragola. Namun kemudian pada tahun 1627 ia memberontak terhadap pemerintahan Sultan Agung, putra Prabu Hanyakrawati.

Setelah berhasil menumpas beberapa pemberontakan, nasib Pangeran Hanyakrawati berakhir ironis. Konon ia meninggal saat berburu rusa di hutan Krapyack pada tahun 1613. Penyebabnya, Mas Jolang mengalami kecelakaan. Namun sejumlah sumber menyebut kematian Panembahan Hanyakrawati merupakan konspirasi politik.

Baca Juga  Sebelum berangkat, yuk simak jenis koper yang sesuai dengan kebutuhan Anda: Okezone Lifestyle

BACA JUGA:

Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Hanyakrawati selama 12 tahun (601-1613) hanya sibuk menangani berbagai pemberontakan saudaranya sendiri dan ambisi kekuasaannya berakhir dengan meninggalnya raja. Dalam Serat Nitik Sultan Agung, Panembahan Hanyakrawati diceritakan meninggal secara misterius pada hari Jumat 1 Oktober 1613 berdasarkan Babad Sengkala 1535 Jawa.

Penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti, hanya disebutkan Panembahan Hanyakrawati meninggal dunia akibat kecelakaan saat berburu rusa di hutan Krapyak. Sementara itu, Babad Tanah Jawi memberitakan Panembahan Hanyakrawati meninggal dunia di Krapyak karena sakit berat, belum jelas penyakitnya.

Sumber lain, Babad Mataram, menyebutkan bahwa Panembahan Hanyakrawati meninggal akibat keracunan Juru Taman Danalaya, abdi kesayangan raja. Pelayan ini konon sering membuat onar di lingkungan sekitar dengan menyamar sebagai raja, menyesatkan istri dan selir raja. Kisah ini juga dimaknai dalam suluk yang berisi percakapan mistis Kanjeng Sunan Bonang kepada abdi kesayangan Raja Majapahit.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

(sal)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *