Ketiga Tempat Miqat Ini Yang Sering Dikunjungi Jamaah Haji Indonesia, Apa Saja? : Okezone Haji

Uncategorized18 Dilihat

MACKA – Orang yang ingin menunaikan haji atau umroh pasti akan melakukannya miqat. Miqat adalah waktu atau tempat yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassallam sebagai pintu masuk untuk memulai ibadah haji atau umrah. Tempat atau waktu yang tepat untuk memulai ibadah haji.

Ada tiga tempat yang dituju jamaah haji Indonesia saat akan miqat di daerah luar Haram, yakni Masjid Aisyah di Tan’im, Masjid Ji’ranah, dan Masjid Hudaibiyah.

Tim Media Center Haji (MCH) 2024 mengunjungi beberapa titik miqat bersama para kiai yang tergabung dalam Bimbingan Ibdah (Bimbad) Daker Makkah, antara lain KH Miftah Faqih, KH Moqsith Ghazali dan KH Ahmad Shidiq.

Situs Miqat pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Aisyah di kawasan Tan’im. Jarak masjid ini dengan Masjid Agung hanya sekitar tujuh kilometer. Jika Anda meninggalkan kawasan Syisyah, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai masjid ini.

Tim KIA tiba di titik miqat pertama pada pukul 08.11 waktu Arab Saudi (WAS). Suasana masjid ini terlihat ramai, penuh dengan calon jamaah haji (Calhaj) yang akan menunaikan ibadah umroh cerah, termasuk jamaah asal Indonesia.

Masjid Tan’im memiliki dua menara setinggi 50 meter. Masjid Tan’im memiliki area yang ditumbuhi rumput dan taman. Di sekeliling taman terdapat bangunan setinggi lebih dari tiga meter, menjadi pembatas antara tanah Haram dan situs miqat Tan’im. Di bagian atas terdapat tulisan “Haram Berakhir Di Sini”.

Jamaah laki-laki di masjid Aisyah sebagian besar mengenakan pakaian ihram. Di dalam masjid, sebagian jemaah juga khusyuk menunaikan salat sunah dua rakaat. Usai salat dan berniat masuk Ihram, mereka selanjutnya menuju Masjidil Haram untuk menunaikan umrah.

Baca Juga  Gunung Ile Lewotolok Erupsi, Gempa 70 Letusan disertai Aliran Lahar Panas: Okezone News

Kiai Miftah Faqih juga mengulas seluruh sejarah Masjid Aisyah Tan’im untuk dijadikan titik miqat.

“Masjid ini merupakan tempat miqat istri Nabi Sayyidah Aisyah pada tahun 632 M. Oleh karena itu masjid ini dinamakan Masjid Aisyah Ummul Mukminin, ujarnya.

Sejarah mencatat, saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersama Aisyah dan para sahabatnya menunaikan ibadah haji Wada’ dari Madinah.

Rombongan haji yang dipimpin Rasulullah juga menduduki Miqat di daerah Bir Ali, kecuali Aisyah. Sebab saat itu Aisyah masih dalam masa menstruasi.

“Tetapi Sayyidah Aisyah tidak hadir (Miqat), dia langsung berangkat ke Makkah untuk menjalani semua prosesi kecuali tawaf,” kata Kiai Miftah.

Setelah tiba di Mekkah, Sayyidah Aisyah memberitahu Nabi bahwa dia suci. Kemudian Rasulullah menyuruh Aisyah untuk mengambil Miqat yang paling dekat dengan pintu masuk Ka’bah.

Ditemani saudaranya Abdurrahman bin Abu Bakar, Aisyah berangkat ke daerah Tan’im dengan niat masuk ihram. “Jadi Tan’im itu akhirnya menjadi miqat yang diambil Aisyah pada 9 Hijriah,” kata Kiai Miftah.

“Nabi tidak pernah miqat di Tan’im, miqatnya di sini adalah Aisyah,” jelas Kiai Miftah.

Sehingga secara historis kawasan Tan’im ini sering disebut sebagai miqat umroh wanita. Sedangkan Masjid Ji’ronah yang terletak di timur laut Mekkah disebut miqat laki-laki.

Jadi sughro umroh itu miqatnya di Tan’im, ada qubro miqatnya di Ji’ronah, jelas Ketua PBNU asal Gresik itu.

Dengan padatnya jemaah saat musim haji dan ketatnya peraturan pemerintah Saudi untuk memasuki Mekkah, Kiai Miftah mengimbau jamaah Indonesia untuk mengambil miqat hanya di Masjid Aisyah.

Karena aksesnya lebih mudah dan tentunya lebih murah. Dan jarak dari Masjidil Haram hanya 7,5 kilometer,” kata Kiai Miftah.

Baca Juga  Inilah penyebab kecelakaan beruntun di jalur Puncak Bogor: Okezone Megapolitan

Padahal Nabi tidak pernah mengambilnya miqat di Tan’im, tambahnya, namun dialah yang memerintahkan Aisyah untuk mengambil miqat di daerah itu.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

“Dan ini bisa menjadi dasar hukum sah atau tidaknya. Jadi mengambil miqat di sini untuk umrah sah, tidak ada keraguan,” jelasnya.

Sementara itu, Kiai Moqsith Ghozali menjelaskan, Tan’im merupakan kawasan yang terletak di barat laut Masjidil Haram, antara Mekah dan Sarif. Daerah ini terletak di antara dua gunung Naim dan Naiim.

“Tan’im Disebut Tan’im karena tempat ini diapit oleh dua gunung bernama Jabal Naim dan Jabal Naiim,” kata Kiai Moqsith.

Masjid Aisyah pertama kali dibangun pada tahun 240 Hijriah oleh gubernur Makkah bernama Abdullah bin Muhammad bin Daud. Saat ini, menurutnya, masjid ini menjadi tempat miqat terpopuler bagi jamaah yang bisa mulai menunaikan ibadah umrah.

Selain Tan’im, tempat miqat yang sering digunakan jamaah Indonesia untuk menunaikan niat ihram adalah Masjid Ji’ronah dan Masjid Hudaibiyah. Namun kedua titik miqat tersebut berjarak cukup jauh dari Masjidil Haram.

Oleh karena itu, Tan’im merupakan miqat terpopuler bagi jamaah haji yang ingin menunaikan umrah kedua, ketiga, dan berikutnya, ”pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *