Kemenag: Rhoma Irama perjuangkan moderasi beragama lewat musik: National Okezone

Uncategorized104 Dilihat

JAKARTA – Pendidikan dan Pelatihan Balitbang Kementerian Agama RI selenggarakan dialog publik, pertunjukan musik dan film tentang moderasi beragama di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat.




Sejumlah talenta muda Indonesia yang meraih kesuksesan di bidang musik menambah warna penampilan ini. Namun yang menjadi sorotan utama adalah kehadiran maestro musik dangdut Tanah Air Rhoma Iram.

Suyitno, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pelatihan Kementerian Agama RI, mengatakan pemilihan musik dan film sebagai alat untuk memperkuat moderasi beragama merupakan langkah bijak di tengah tren 5.0. Platform konvensional seperti TOT, MOT, drive dan penyematan kurikulum telah memberikan dampak positif.

“Namun, musik dianggap sebagai alat yang lebih efektif. “Musik dengan sifatnya yang universal dapat menyentuh hati lintas agama, suku, dan bangsa,” kata Suyitno seperti dikutip Jakarta, Sabtu (1/6/2023).

Sementara itu, Rhoma Irama menceritakan tekadnya menjadikan musik sebagai media pendidikan, dakwah dan alat pemersatu bangsa.

Menurutnya, sejak 13 Oktober 1973, ia mendeklarasikan Soneta sebagai “suara umat Islam” dan hingga kini terus berupaya menjalankan perannya sebagai pembawa pesan moderasi beragama.

Pengamatan selama bertahun-tahun menunjukkan efektivitas dakwah melalui musik, ketika Rhoma Irama diundang ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Internasional Islam dan Dewan Indonesia-Malaysia. Di sana, kesuksesannya diakui sebagai bukti bahwa musik efektif dalam berdakwah dan membangun karakter manusia.

Rhoma juga membagikan kesaksian inspiratif seorang dosen di Surabaya yang kehidupannya menginspirasi lirik lagunya. “Musik mempunyai kekuatan khusus untuk membentuk karakter seseorang. Kekuatan musik dapat mengubah karakter seseorang,” ungkapnya Rhoma Irama.

Ikuti berita Okezone berita Google

Baca Juga  Kemudahan menghadiahi istri yang berbelanja disambut baik oleh netizen: National Okezone

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Berkat moderasi beragama, Rhoma Irama melihat dalam budaya terdapat kearifan lokal yang mampu membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Ia dengan hati-hati mengingatkan kita bahwa seni, khususnya musik, memiliki kekuatan besar untuk menghancurkan atau membangun.

Puncak acaranya adalah Suyitno diminta berduet dengan Ayuning Niwang Nastiti dengan membawakan lagu Rhoma Irama. Suasana ratusan pengunjung yang memenuhi Hall B JCC Senayan mendadak lebih semarak.

Rhoma Irama menutup penampilannya dengan beberapa lagu yang memberikan hiburan tak terlupakan bagi seluruh penonton. Jelas terlihat bahwa film dialog publik, pertunjukan musik, dan moderasi beragama ini tidak hanya memberikan panggung bagi talenta muda Indonesia, tetapi juga mempertegas peran musik sebagai agen perubahan positif di masyarakat.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *