Jabar Sumbang Angka Perceraian Tertinggi di Indonesia, Jatim Menangkan Kasus Pernikahan Anak: National Okezone

Uncategorized13 Dilihat

BANDUNG – Kementerian Agama (Kemenag) mencatat Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pernikahan anak tertinggi.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Wibowo Prasetyo mengatakan, hal tersebut menjadi perhatian Kementerian Agama. Oleh karena itu, melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, pihaknya memberikan konseling pranikah.

“Perkawinan anak tertinggi ada di Jawa Timur, sedangkan angka perceraian tertinggi ada di Jawa Barat,” kata Wibowo saat acara “Media Gathering Isu Islami Umat” di Bandung, Kamis (30 Mei 2024).

BACA JUGA:

Menurutnya, anak yang belum cukup umur untuk menikah sering berujung pada perceraian.

“Belum terlalu lama, sekitar satu tahun ya, masih awal, jadi penting bagi anak untuk memahami pembelaan keluarga, sehingga bisa memberikan pemahaman bahwa dibutuhkan kedewasaan sebelum menikah,” jelasnya.

Selain itu, emosi yang tidak stabil pada anak menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bahkan pada pernikahan anak kecil.

“Perkawinan anak juga sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga karena emosinya belum stabil ya, karena masih anak-anak sering mendominasi lebih dari kebijaksanaan masing-masing pasangan, sehingga tidak bisa mengendalikan emosi dan semacamnya,” jelasnya. .

BACA JUGA:

Wibowo berpendapat ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya angka pernikahan anak. Pertama terkait dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin terbuka saat ini.

Kedua, ada faktor ekonomi. Ketiga, masih ada pemahaman di masyarakat kita, kalau sudah puber misalnya, boleh menikah, ujarnya.

Padahal, undang-undang mengatur usia menikah bagi perempuan adalah 19 tahun.

Namun di masyarakat Indonesia, sudah ada yang sudah memasuki masa pubertas, misalnya ketika remaja putri berusia 13 tahun, ia juga dianggap diperbolehkan untuk menikah, tambahnya.

Baca Juga  Wajib Makan Maira Sebelum Rekam : Okezone Celebrity

BACA JUGA:

Karena fenomena tersebut, pihaknya menginisiasi kepemimpinan pranikah. Karena anak-anak ini masih memiliki masa depan yang cerah, pendidikan juga menjadi hal yang utama.

“Yang terpenting adalah memberikan konseling pranikah kepada remaja usia 10 tahun. Program ini terus dilaksanakan di Bimas Islam yaitu Konseling Remaja Usia Sekolah (BRUS). menasihati, menjangkau 64.435 remaja,” ujarnya.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Selain itu, peran keluarga juga tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu, pedoman ini juga mencakup keluarga.

“Kemudian kami juga memberikan konseling kepada keluarganya, seperti pemahaman pentingnya konseling pranikah. Keluarga besar kami sudah menjangkau 17.753 konselor keluarga,” ujarnya.

Wibowo mengatakan, salah satu peran partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas keluarga adalah Gerakan Isu Keluarga Nahdlatul Ulama (GKMNU). Saat ini targetnya adalah 2.662.950 keluarga.

“Sehingga diharapkan cukup signifikan dalam memberikan pemahaman masyarakat untuk meminimalisir perkawinan anak,” ujarnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *