Gus Ali Gondrong Sampaikan Pesan Pahala Saat Doa Kebangsaan: Jaga Persatuan dan Persaudaraan: Okezone News

Uncategorized58 Dilihat

PASURUAN – Pendiri Mafia Sholawat, KH Mohammad Ali Shodiqin atau Gus Ali Gondrong menitipkan pesan kepada jemaahnya untuk menjaga persaudaraan dan persatuan. Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Gus Ali Gondrong pada acara Sholawat Nasional bertajuk “Martopuro Pasuruan Modliing Membawa Pahala dan Keberkahan Bagi Ganjara Pranowo-Mahfud MD bersama KH Muhammad Ali Shodiqin” di Lapangan Puntir Martopuro, Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu. (25 November 2023).




Pak Ganjar selalu bilang, pemilu 5 tahun sekali, ojolali. Seduluran selawase, kata Gus Ali Gondrong.

Menurut Gus Ali Gondrong, perbedaan pilihan dalam pemilu adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga persaudaraan dan persatuan.

“Ojo, berjuang, itu biasa wae. Beda dengan pemilu biasanya, tapi tetap menjaga persaudaraan dan persatuan,” ujarnya.

Gus Ali Gondrong berharap dengan melaksanakan doa nasional ini, masyarakat Indonesia tetap damai dan berkontribusi pada Pilpres 2024.

Yang jadi masalah kalau kita membeda-bedakan. Banyak orang yang walaupun ahli ibadah, tapi bertakwa, tapi hatinya rusak, ada kesombongan, kebencian, ada balas dendam hati-hati nanti ngeri nasibnya,” ujarnya.

Gus Ali Gondrong yang memimpin solawat yang diiringi sholawat mafia hadrah disambut antusias oleh yang hadir. Ia juga memimpin nyanyian lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya


Gus Ali Gondrong senantiasa mengingatkan jemaah untuk menjaga persatuan. Beliau juga mendesak kita untuk bekerja sama untuk menciptakan pemilu yang damai dan menguntungkan.

Baca Juga  Resep Iga Jagung Pedas yang Dijamin Bikin Ketagihan: Okezone Lifestyle

“Hati kita tidak boleh panas, tetap dingin. Jangan ada kebencian. Sekalipun berbeda pilihan, kita tetap bersaudara. Ingat pesan Pak Ganjaro, pemilu hanya 5 tahun sekali. Pemilu itu damai, pemilu yang akan datang akan tetap beruntung.” katanya.

“Kalaupun kamu orang yang berilmu, alim, ahli dalam pelayanan keagamaan, dalam hatimu ada kebencian terhadap saudaramu, apalagi menjelang pemilu presiden, hati-hati, kamu juga akan memutuskan tali silaturahmi, hati-hati, dia akan menjadi dikutuk pula. Demi Allah, meskipun dia meninggal di Ka’bah. Naudzubillah,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *