Gugatan sementara Helmut Hermawan disetujui, KPK: Hakimnya sangat istimewa : National Okezone

Uncategorized92 Dilihat

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menguatkan permohonan praperadilan Helmut Hermawan yang menetapkan dirinya sebagai tersangka suap dan gratifikasi lembaga antirasuah.

Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai keputusannya sudah sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang khusus berlaku di kantor antikorupsi tersebut. Kendati demikian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan mengkaji alasan hakim tunggal Tumpanuli Marbun.

“Pertama, kami mempelajari alasan hakim dalam memutuskan putusan tersangka tidak sah,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata, Selasa (27 Februari 2024).

Alex menjelaskan, jika gugatan tersebut dikuatkan karena tahapan penetapan tersangka tidak sesuai prosedur, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan status tersangka Helmut dalam proses penyidikan.

“Kalau alasannya tersangka sudah ditetapkan pada tahap penyidikan naik ke penyidikan, maka setelah penyidikan selesai, cukup ditetapkan kembali sebagai tersangka. Itu hanya soal prosedur saja,” Alex dikatakan. .

Alex mengatakan KPK khawatir hakim yang memutuskan mengabulkan gugatan Helmut tidak mengikuti putusan hakim pada sidang praperadilan KPK sebelumnya.

“Mungkin hakim praperadilan dalam kasus ini tidak mengikuti putusan hakim praperadilan pada kasus sebelumnya,” ujarnya.

Atau hakimnya sangat khusus sehingga mengabaikan bukti-bukti yang diajukan JPU KPK, sambung Alex.




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Hakim Tunggal Tumpanuli Marbun diduga mengabulkan permohonan pendahuluan yang diajukan Helmut Hermawan untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka suap dan gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Oleh karena itu, status tersangkanya dinyatakan tidak sah.

Baca Juga  Wapres: Gugatan Hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi, Normal dan Konstitusional: National Okezone

“Amar putusan, menyatakan putusan privasi pemohon tidak dapat diterima eksepsi, menyatakan eksepsi tergugat tidak dapat diterima,” kata Hakim Tumpanuli dalam putusannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 27 Februari 2024.

“Secara pokok, usulan Pemohon pada sidang pendahuluan dikabulkan sebagian,” ujarnya.

Sebelumnya, Helmut Hermawan yang merupakan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menyuap Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiarie atau Eddy Hiarie. .

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *