Ganjar Singgung Resiko Besar Bagi Demokrasi Terkait Kemungkinan Presiden Berpihak: Okezone News

Uncategorized78 Dilihat

RUTENG – Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo angkat bicara soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut presiden dan menteri bisa berpihak dan berkampanye serta berpihak pada pemilu 2024.




“Iya silakan saja karena katanya begitu,” kata Ganjar usai menghadiri kampanye besar bertajuk “Huruf Rakyat” yang digelar di Stadion Golo Dukal, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/1/2024). ).

Ganjar mengaku tidak ada aturan yang melarang presiden berkampanye. Namun, ia mengingatkan kita mengenai hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan agar sikap ini benar-benar terwujud.

Lalu situasinya mungkin sedikit berbeda, lalu semua orang akan membandingkan, ketika jubah itu memberi tahu kita, semua kepala daerah harus netral, katanya.

“Kondisi ini akan menimbulkan risiko besar bagi demokratisasi dan demokrasi yang akan berlangsung,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan kepala negara bisa berkampanye atau memihak. Hal itu dikatakannya menyikapi adanya menteri kabinet yang tidak ada kaitannya dengan politik melainkan turut serta dalam tim sukses calon presiden dan wakil presiden.

“Iya ini hak demokrasi, hak politik setiap orang dan setiap menteri adalah sama. Yang penting presiden bisa berkampanye, presiden bisa memihak, tidak apa-apa,” kata Jokowi dalam keterangannya di Halima. Lanud Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu 24 Januari 2024.

Baca juga: Mengenal QRIS Antar Batas yang bisa Anda temukan di aplikasi M-Smile dari Bank Mega

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

(Ari)

Baca Juga  Akhir Kehidupan : Penggali Jenazah Pahlawan Revolusi Meninggal Karena Stres : National Okezone

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *