DJP tegaskan PPh 21 tidak menyasar kelompok tertentu: Okezone economy

Uncategorized196 Dilihat

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo menekankan penggunaan rata-rata tarif efektif untuk penghitungan dan pemotongan PPh 21 tidak menyasar kelompok tertentu.

Seperti diketahui, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) 58/2024 tentang Pasal 21 tentang pemotongan tarif pajak atas penghasilan dari pekerjaan, jasa, atau kegiatan orang perseorangan.



“Mungkin dalam kesempatan ini dapat kami sampaikan bahwa dengan PP 58/2023 kemarin, pada masa pajak Januari 2024, model pemotongan PPh Pasal 21 menggunakan rata-rata tarif efektif (TER) yang tujuannya sebenarnya untuk memudahkan perhitungannya,” ujarnya seperti dikutip, Minggu (1/7/2024).

Dia menyatakan, aturan baru ini sebenarnya bertujuan untuk memudahkan pungutan, karena pemerintah telah menetapkan tarif standar sesuai dengan status wajib pajak, jumlah tanggungan, dan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

“Kalau TER, karena ada dalam bentuk tabel (jadi) tergantung besarnya pendapatan, lalu PTKP, tanggungannya bermacam-macam,” jelasnya.

Jadi prinsipnya bukan menyasar kelompok tertentu, tapi lebih memudahkan pengusaha melakukan pemotongan agar tidak terjadi kesalahan, lanjutnya.

Suryo juga menambahkan, TER PPh Pasal 21 digunakan untuk pemotongan masa pajak Januari-November. Sedangkan pada masa pajak Desember 2023 akan dihitung kembali menggunakan tarif PPh progresif pada Pasal 17 UU Pajak Penghasilan stdd UU HPP.

“Jadi pemotongan pakai TER itu hanya uang muka saja, kira-kira seperti itu, akan dituangkan dalam laporan akhir bulan Desember di SPT setiap tahun pajak yang bersangkutan,” ujarnya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Gempa M4.0 mengguncang Ondong, Sulawesi Utara: Berita dari Okezone

Ia juga memastikan penyesuaian ini belum termasuk pengembalian dana karena telah digunakan pada masa pajak Januari hingga November dan akan kembali menggunakan tarif yang berlaku umum pada bulan Desember.

“Saya berharap tidak ada restitusi dan jika terjadi tunggakan tidak menjadi beban yang besar bagi wajib pajak yang bersangkutan,” imbuhnya.

“Jadi TER ini benar-benar digunakan untuk memberikan kemudahan karena rumusannya benar-benar memperhitungkan besaran penghasilan, besaran PTKP. Baik penghasilan itu diterima harian, bulanan, atau mingguan secara borongan, dengan rumus ini akan memudahkan wajib pajak. .” Sehingga mereka dapat memenuhi kewajiban perpajakannya,” tutupnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *