Apakah rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok biasa? Berikut faktanya: Okezone health

Uncategorized137 Dilihat

DARI Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang yang menggunakan rokok tradisional beralih ke rokok elektronik atau vape. Banyak dari mereka yang menganggap vaping lebih aman dan menjadi alternatif bagi perokok berat untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Namun menurut dokter spesialis paru Prof. dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) Banyak orang yang belum paham bahwa vaping masih berbahaya.

“Istilah lebih aman bukan berarti tidak berbahaya, sehingga bahasa yang perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa istilah lebih aman tetap berbahaya,” kata Prof Agus saat dihubungi portal MNC, Selasa (01/02/2021). 2024). ).

Profesor Agus mengatakan ada tiga kesamaan antara vaping dan rokok konvensional, kesamaan tersebut menyebabkan gangguan kesehatan.

“Pertama, sama-sama mengandung nikotin, tentu dapat menyebabkan kecanduan dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Nikotin dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah atau penyempitan pembuluh darah sehingga risiko penyakit jantung dan stroke meningkat,” ujarnya.

Meski asapnya tidak mengandung tar, namun mengandung karsinogen penyebab kanker. Banyak orang yang salah mengira bahwa tidak adanya tar pada vape lebih aman. Padahal kandungan karsinogen pada vape juga berbahaya.

“Studi terbaru tentang asap menunjukkan bahwa asap tersebut mengandung banyak komponen karsinogenik, meskipun tidak mengandung tar, dan telah terbukti menginduksi sel kanker. Penelitian pada hewan telah dipublikasikan yang menunjukkan bahwa ketika tikus terkena asap untuk 54 minggu, ternyata 22. “5 persen kena kanker paru-paru, 50 persen kena kanker kandung kemih,” ujarnya.

“Bayangkan jika hal itu terjadi pada remaja kita, mereka bisa terkena kanker setelah bertahun-tahun menggunakan vaping. Hewan pun bisa terkena kanker dan manusia pun tentu tidak berbeda,” ujarnya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Baca Juga  Apakah penyakit autoimun bisa disembuhkan? Begini kata salah satu dokter penyakit dalam: Okezone health

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Untuk itu, menurut dokter yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Paru Indonesia ini, masyarakat khususnya remaja harus diberikan edukasi bahwa vaping tidak jauh berbeda dengan merokok.

“Risikonya lebih tinggi pada remaja karena masih dalam proses tumbuh kembang, jika sejak dini mengkonsumsi zat berbahaya pasti akan lebih cepat sakit dibandingkan jika mengkonsumsinya nanti, karena itu peringatan bagi remaja,” ujarnya. .

Melihat bahaya kesehatan yang mengintai, WHO pun mengeluarkan peringatan agar rokok beraroma tidak lagi dibagikan kepada perokok karena risikonya sama dengan rokok biasa.

“Dan yang menjadi sasaran serangan adalah remaja. Kalau remaja yang diserang, penyakitnya akan lebih cepat muncul, sayang sekali,” kata sang profesor. Agus.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *