Apa jadinya jika Palestina merdeka? : Berita Okezone

Uncategorized90 Dilihat

PALESTINA Dunia kembali berbicara tentang negara Palestina dan independensinya masih terbelenggu. Permasalahan ini menimbulkan keretakan yang mendalam di antara mereka Israel dan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Joe Biden terus mempromosikan solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina, menurut CNN. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak pembicaraan mengenai kemerdekaan Palestina.

Pada saat yang sama, Inggris telah mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengakui negara Palestina, sementara Arab Saudi telah menekankan bahwa hubungan dengan Israel tidak akan dinormalisasi tanpa menyelesaikan masalah-masalah negara tersebut.

Israel merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza dalam perang tahun 1967. Israel kemudian mencaplok Yerusalem Timur dan menarik pasukan serta pemukimannya dari Gaza.

Berdasarkan perjanjian perdamaian Oslo, Tepi Barat dibagi menjadi tiga wilayah terpisah. siapa yang bertanggung jawab Rencananya adalah Israel akan secara bertahap melepaskan kendali atas lebih banyak wilayah, namun hal itu tidak terjadi. Israel memiliki kontrol administratif dan keamanan penuh atas 60 persen wilayah Tepi Barat yang menjadi tempat tinggal warganya.

Mengutip Relief Web, Palestina hingga kini berstatus pengamat di PBB, dengan kata lain bukan anggota maupun negara. Rakyat Palestina diwakili di PBB oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang diberikan status pengamat pada tahun 1974.

Setelah itu, PLO diundang ke pertemuan dan kerja Majelis Umum, serta semua konferensi internasional yang diadakan dalam kerangka PLO di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Majelis Umum dan badan-badan PBB lainnya semuanya bertindak sebagai pengamat.

Kenegaraan, keanggotaan PBB dan pengakuan Palestina sebagai sebuah negara adalah tiga hal yang berbeda: Pendirian sebuah negara bukanlah syarat untuk menjadi anggota atau pengakuan PBB.

Baca Juga  Rieke Diah Pitaloka Optimis Bisa Menikah Lagi Meski Usianya Sudah 5 Tahun: Okezone Celebrity




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Pengakuan merupakan proses politik dan seringkali bersifat bilateral, sehingga bukan merupakan persyaratan hukum untuk pembentukan negara yang dilindungi PBB. Artinya, setiap negara berhak memutuskan apakah akan mengakui negara Palestina atau tidak. Palestina juga mencari pengakuan bilateral dari sebanyak mungkin negara sejalan dengan permintaannya untuk menjadi negara PBB.

Jika Palestina adalah sebuah negara menurut terminologi PBB, maka hal ini memperkuat argumen Palestina terhadap Israel sebagai kekuatan pendudukan berdasarkan hukum internasional.

Tidak ada keraguan lagi terhadap hukum yang mengatur hubungan Israel-Palestina. Wilayah Palestina di bawah kendali Israel diduduki sesuai dengan tujuan Konvensi Jenewa Keempat. Dengan menjadi sebuah negara, Palestina menjadi pihak dalam perjanjian internasional dan pengadilan internasional. Hal ini akan memberi Palestina alat baru untuk menegaskan hak-hak mereka seperti negara-negara lain yang diakui.

Upaya menuju pengakuan negara dapat meningkatkan peluang Palestina untuk menjadi anggota banyak organisasi, lembaga, pengadilan, perjanjian perdagangan, dan badan-badan PBB internasional.

Selain itu, Palestina mungkin memiliki kesempatan untuk mengaksesi perjanjian dan kesepakatan hak asasi manusia internasional.

Negara Palestina yang diakui secara internasional melalui Majelis Umum PBB dapat bergabung dengan organisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia dan menjadi penandatangan perjanjian tersebut.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *