Anggaran modal PTBA Rp 2,9 triliun pada 2024: Okezone economy

Uncategorized35 Dilihat

JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) belanja modal (capex) dianggarkan sebesar Rp 2,9 triliun pada tahun 2024. Sedangkan anggaran belanja modal akan dialokasikan untuk operasional logistik.



Karena cadangan (batubara) PTBA yang ada di tambang akan bisa mulai dijual dengan meningkatkan kapasitas pengangkutannya, kata CFO PTBA Farida Thamrin dalam jumpa pers di Ritz Carlton Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Setelah itu, lanjut Farida, perseroan akan mengalokasikan modal untuk operasional infrastruktur serta suntikan modal ke anak usaha PTBA.

Sebagai informasi, PTBA telah memulai pembangunan fasilitas penanganan batubara baru untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan batubara melalui jalur kereta api Tanjung Enim – Keramasan. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di Tanjung Enim pada 30 Desember 2023.

Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari kerja sama PTBA dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam pengembangan angkutan batu bara jalur Tanjung Enim – Keramasan berkapasitas 20 juta ton per tahun.

Sarana dan prasarana moda transportasi kereta api disiapkan oleh PT KAI, sedangkan fasilitas pelabuhan di Keramasan dibangun oleh PT Kereta Api Logistik (Kalog).

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Pada tahun 2024, perseroan berencana mencapai produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton. Target tersebut meningkat dari target perseroan pada 2023 sebesar 41 juta ton.

Sementara penjualan batu bara perseroan diproyeksikan mencapai 43,1 juta ton, dan pengapalan batu bara ditargetkan 33,7 juta ton. Volume penjualan batu bara akan meningkat menjadi 37 juta ton pada tahun 2023.

Baca Juga  Perusahaan Obat yang Ternyata Produk Israel, Apa Saja? : Okezone kesehatan

Untuk tahun ini, perseroan fokus mengekspor batu bara ke India, China, Jepang, dan Korea Selatan. Sebab, tingkat ekspor perseroan ke negara-negara tersebut masih tinggi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *