Ajak Santri Berwirausaha Usai Lulus, Siti Atikoh Harap Pondok Pesantren Bisa Gandeng BUMN: Okezone News

Uncategorized192 Dilihat

PALEMBANG – Siti Atikoh berharap santri seluruh pesantren di Indonesia dapat dibekali ilmu kewirausahaan sehingga bisa langsung terjun ke dunia usaha.

Hal itu diungkapkan Atikoh saat mengunjungi Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin II (Ponpes) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (1/11/2024).





   

Dalam kesempatan tersebut, istri calon presiden nomor urut 3 Ganjara Pranow ini juga mengapresiasi jiwa wirausaha yang ditanamkan melalui keteladanan para santri.

“Santri harusnya terhubung (connected) dengan dunia usaha, misalnya harus dibekali dengan kewirausahaan,” kata Atikoh saat diwawancara usai pertemuan dengan para santri.

“Untuk pengalaman praktis, air minum sudah tersedia di asrama Islam. Misalnya begini, nanti bisa dikoneksikan dengan perusahaan BUMN, lanjutnya.

Dengan begitu, lanjut Atikoh, mahasiswa dapat segera siap memulai usaha atau menjalankan usaha secara profesional setelah lulus.

“Sehingga setelah menyelesaikan studinya, selain ilmu agama, mahasiswa juga dipersiapkan untuk menjadi wirausaha, sehingga nantinya bisa memasuki dunia kerja,” ujarnya.

“Tentunya akan luar biasa jika mereka kuat secara ekonomi dan ilmu agama serta akhlaknya juga sangat baik,” imbuhnya.

Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Siti Atikoh juga tak lupa berpesan kepada para santri agar mengikuti nasehat para kiai dan ustaz serta tetap mengedepankan adab dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau santri selalu ikuti nasehat kiai, nyai, ustaz dan ustazah. Lalu adab. Itu yang utama, kalau ilmunya lebih bagus bisa disesuaikan,” kata ibunda Muhammad, Zinedine Alam Ganjara.

Baca Juga  Kisah Karel Abraham, Pembalap Muslim MotoGP yang Diremehkan dengan Sebelah Mata: Okezone Sports

Menurut Atikoh, ilmu yang dimiliki seseorang tidak akan ada gunanya jika orang tersebut tidak memiliki sopan santun.

“Kalau kita hanya mengandalkan ilmu tapi tidak punya budi pekerti, pasti tidak banyak manfaatnya bagi umat,” kata cucu pendiri Pondok Pesantren PP Riyadus Sholikhin Kalijaran KH Hasyim A Karim ini.

Atikoh melanjutkan, santri juga bisa giat belajar di pesantren karena kini sudah banyak lembaga pendidikan agama yang representatif.

“Jadi kita berharap mereka bisa belajar dengan baik, karena kalau pendidikan santri itu pendidikan agama dulu, baru pendidikan karakter, ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *