5 Pelaku Pembunuh Siswa SMP di Batu Diadili, Tetap Ditemani Guru: Okezone News

Uncategorized20 Dilihat

KOTA BATU – Kelima anak pelaku penganiayaan yang menewaskan siswa SMP 2 Batu Rizky Kurniawahyu Aditya (14) tetap berada di sekolah dengan bimbingan gurunya selama persidangan.

Mereka menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara dan dikeluarkan dari sekolah.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang dijalankan polisi, termasuk penanganan dan penempatan pelanggar setelah ditetapkan sebagai tersangka. Selama proses hukum berlangsung, anak-anak korban kekerasan akan tetap mendapatkan hak-haknya, salah satunya adalah pendidikan. Guru dan pejabat sekolah juga akan membimbing para pelanggar selama persidangan.

“Prosesnya lewat model blended learning ya, ada guru dan kepala sekolah, nanti mungkin ada guru yang membantu, atau di mana pun itu dilakukan, akan terus dilakukan sampai anak-anak ini harus terus kalau dapat. , proses pendidikan tidak boleh terganggu,” kata Aries Agung Paewai usai ditemui di Polsek Batu, Sabtu (1/6/2024).

BACA JUGA:

“Jadi mereka harus terus mendampingi mereka, nanti dalam prosesnya kami akan meminta arahan dari Kapolri, karena sebagai proses hukum kami menghormatinya, apakah ada jam-jam tertentu yang bisa mereka manfaatkan untuk melanjutkan studinya,” imbuhnya. . .

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Kota Batu, Ida Misaroh mengaku akan mengikuti instruksi untuk menghukum empat dari lima pelaku yang merupakan muridnya. Selain itu, proses pendidikan saat ini telah selesai pada semester genap yang ditandai dengan berakhirnya ujian akhir semester (UAS).

“Anak ini tetap punya hak, walaupun harus mengenyam pendidikan di sana, hari ini sekolahnya ujian banget ya, ujiannya tinggal satu hari lagi untuk persiapan akhir semester,” kata Ida Misaroh, dikonfirmasi terpisah.

Itu sebabnya, dalam 15 hari proses pemberkasan perkara dan menjalani hukuman selanjutnya, keempat pelaku yakni AS (13) warga Pesanggrahan, KA (13) warga Bumiaji, MA (13) warga Ngaglik, KB (13) warga Sisir, seluruh warga Kota Batu, bisa mengikuti proses pendidikan dan pendampingan bukan di sekolah, melainkan di tempat yang telah disiapkan Polsek Batu.

Baca Juga  Ganjar Pranowo menerbitkan Blacius Subon, artis pemeran Semar yang meninggal: Berita dari Okezone

BACA JUGA:

“Jadi nanti tidak ada kegiatan lagi kan, jadi asal bisa dalam proses 15 hari itu, bisa bebas tanpa harus mengikuti proses hukum di sekolah,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah RKA berusia 12 tahun meninggal dunia pada Jumat (31/5/2024) di RS Hasta Brata usai mendapat perawatan. Pihak yang dirugikan mengeluh sakit kepala setelah diduga dianiaya sejumlah temannya pada Rabu (29 Mei 2024).

Korban awalnya berpamitan kepada orangtuanya untuk kerja kelompok di Jalan Pandan, Batu pada Rabu sore (31/05/2024), selepas pulang sekolah. Korban kemudian diduga dibawa oleh terduga pelaku ke sebuah vila di Desa Pesanggrahan Kota Batu.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Usai dugaan penganiayaan, korban dibawa pulang ke kawasan SPBU Jalan Panglima Sudirman Batu. Korban kemudian berjalan sendirian menuju rumahnya di Jalan Bromo, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Selama dua hari berikutnya, korban sempat beraktivitas seperti biasa. Bahkan pada Kamis (30/05/2024), korban sempat bersekolah, bermain sepak bola bahkan melaksanakan kegiatan keagamaan di masjid dekat rumahnya.

Namun pada Kamis malam, korban hanya merasakan sakit, hingga mencapai puncaknya pada Jumat pagi (31/05/2024). Korban dibawa ke RS Hasta Brata Batu pada pukul 06.30 WIB. Namun akhirnya meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB setelah mendapat perawatan intensif.

Polisi sendiri menangkap lima orang tersangka yakni AS (13) warga Pesanggrahan, KA (13) warga Bumiaji, MA (13) warga Ngaglik, KB (13) warga Sisir, seluruh warga Kota Batu dan MI. (15) penduduk kota Ramuan. Berdasarkan UU Perlindungan Anak, mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Baca Juga  Polisi menangkap pembunuh remaja putri yang tangan dan kakinya diikat lakban: Okezone Megapolitan

Jam tangan Saluran WhatsApp Okezone untuk update terbaru setiap hari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *