5 Fakta Korupsi IUP PT Timah, Puluhan Miliar Disita Barbuk dan Perusahaan Pendukungnya: National Okezone

Uncategorized42 Dilihat

JAKSA Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan izin usaha pertambangan (IUP) sistem perdagangan komoditas timah di PT Timah Tbk periode 2015-2022.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Achmad Albani (AA) selaku pengelola operasional tambang CV VIP, Tamron (TN) alias Aone selaku pemilik CV VIP dan PT. MCN dan RL selaku CEO PT TINS. Berikut beberapa faktanya:

1. Tiga tersangka ditahan

“Tim penyidik ​​berkesimpulan sebelumnya kami sudah mengumpulkan cukup bukti, tim penyidik ​​berkesimpulan cukup bukti, kemudian keduanya kami tingkatkan menjadi tersangka,” kata Dirjen Kejaksaan Kuntadi.

Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat, penyidik ​​menahannya. Tersangka Tamron ditahan di tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung, sedangkan Achmad Albani ditahan di tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung Jakarta Selatan.

2. Banyak barang bukti yang disita

Dalam kasus ini, penyidik ​​menyita 55 alat berat yang meliputi dua unit buldoser dan 53 unit ekskavator. Penyidik ​​juga berhasil menyita logam mulia seberat 1.062 gram, uang tunai dalam berbagai mata uang.

Dari Rp 83,8 miliar itu, mata uang asingnya 1 juta 547 dolar AS, 443.000 dolar Singapura, dan 1.800 dolar Australia, kata Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Jampidsus, Kuntadi.

Dua tersangka didakwa berdasarkan § 2 par. 1 dan § 3 juncto § 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto § 55 par. 1 1 KUHP.




Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Perindo Tegaskan Dukungan Megawati pada Aiman​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ ada dalam pernyataannya yang mengkritik pejabat yang tidak netral: Okezone News

3. Hentikan 7 perusahaan yang menghasilkan keuntungan

Perusahaan ini menjadi instrumen dugaan korupsi dalam sistem tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

“Soal CV-CV tersebut merupakan perusahaan boneka, apakah masih beroperasi atau tidak, dari segi aktivitas para penambang ini secara eksklusif, kami yakin harus dihentikan,” kata Dirjen Kejaksaan Agung Kuntadi. Kamis (22 Februari 2024).

Kuntadi mengatakan, ketujuh perusahaan cangkang itu terbentuk setelah kedua tersangka bertemu dengan MRPT selaku Direktur Utama PT Timah dan EE selaku CFO PT Timah. Pembentukan tujuh perusahaan boneka itu dilakukan untuk menampung atau menampung timah yang diproduksi penambang liar di wilayah IUP PT Timah.

4. Penambangan timah ilegal dengan menggunakan cadangan

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kuntadi, menilai selama ini ada pihak pendukung tujuh perusahaan timah yang terjerat korupsi pertambangan timah di PT Timah Tbk yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP).

Karena ada dukungan, aktivitas ilegal mereka bisa hilang begitu saja tanpa ada tindakan apa pun. Akhirnya jaksa penuntut umum mengambil alih kasus tersebut.

“Kalau soal penambangan timah ilegal, pelarangan ini sudah dilakukan sejak lama. Dimungkinkan untuk membiarkannya apa adanya dan hanya melakukan tindakan kecil. “Ini pertama kalinya kami mengambil tindakan skala besar,” katanya.

5. Menggeledah kantor IUP dan rumah PT Timah yang diduga korupsi

Kepala Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, rangkaian penggeledahan tersebut terkait dengan penyidikan korupsi skema jual beli timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk 2015-2022.

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik ​​berhasil menyita barang bukti elektronik, kumpulan dokumen terkait, serta uang tunai senilai Rp10 miliar dan SGD 2.000.000 yang diduga kuat berkaitan dengan atau hasil kejahatan, kata dia. Ketut. dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2024).

Baca Juga  Kuala Lumpur - Singapura Jalur Tersibuk di Dunia, Jakarta Nomor Berapa? : Perjalanan Okezone

Penggeledahan dan penyitaan dilakukan tim penyidik ​​guna menindaklanjuti relevansi hasil penyidikan atau keterangan tersangka dan saksi terkait aliran dana yang diduga berasal dari beberapa perusahaan terkait perdagangan timah ilegal.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *