Begini Strategi Optimalkan Aset Kripto di Tengah Volatilitas Pasar

Berita, Teknologi260 Dilihat

Jakarta: Pergerakan pasar kripto masih cenderung volatil secara signifikan selama satu pekan terakhir. Melansir data Coinmarketcap, Rabu pagi, 23 Agustus 2023, harga sejumlah aset seperti bitcoin melemah 10,99 persen dan berada di level USD25.993,95 per koin atau 398,34 juta (kurs Rp15.324,70 per USD).
 
Sementara ethereum (ETH) melemah 10,72 persen dalam sepekan, berada di level USD1.630,33 atau 24,9 juta. Kemudian binance coin (BNB) melemah 10,06 persen dalam sepekan, yang membuat BNB berada di harga USD212,58 atau 3,25 juta per koin.
 
Kendati masih ada potensi untuk menghijau, kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh investor aset kripto untuk menyusun kembali strategi investasinya. Chief Compliance Officer (CCO) Reku Robby menjelaskan investor perlu melakukan riset mendalam dan memahami profil risiko masing-masing di tengah volatilitas pasar.

Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini penting untuk membantu investor dalam membuat perencanaan yang matang. Investor juga dapat lebih bijak dalam memilih jenis aset yang sesuai dengan profil risikonya,” ujar Robby, dalam keterangan resmi, Rabu, 23 Agustus 2023.
 
Kemudian Robby melanjutkan investor juga bisa memilih sejumlah teknik untuk mengoptimalkan aset.
 
“Di antaranya seperti Dollar Cost Averaging atau DCA, yang mana investor membeli sejumlah aset secara rutin dan disiplin. Selain itu, investor juga bisa melakukan staking atau mengunci aset kripto untuk memperoleh passive income,” jelasnya.
 
Reku sebagai pedagang aset kripto yang terdaftar di CFX, mencatat fitur staking menjadi salah satu pilihan utama investor di kondisi volatil.
 
Fitur staking memungkinkan pengguna mendapatkan rewards sebagai imbal atas partisipasi mereka dalam perkembangan blockchain hingga 12,5 persen per tahun. Selain itu, pengguna juga mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga per koinnya serta bisa melakukan stake dan unstake secara fleksibel.

Pertumbuhan volume

Reku merupakan satu-satunya pedagang aset kripto yang mendapat perizinan staking oleh Bappebti.
 
“Perizinan ini membuktikan bahwa transaksi pengguna betu-betul di-stake di blockchain. Pengguna juga dapat melihat setiap transaksi di blockchain melalui wallet address Reku. Berbeda dengan earn yang asetnya dikunci melalui platform lain, tidak langsung di blockchain,” papar Robby.
 
Robby optimis fitur staking merupakan inovasi produk dan layanan yang dapat mempertahankan geliat investor di tengah ketidakpastian pasar. Bappebti  mencatat peningkatan jumlah investor kripto di Indonesia yang mencapai 17,54 juta orang per Juni 2023. Dengan rata-rata pertambahan sekitar 490 ribu pelanggan per bulan.
 
“Oleh karena itu, kendati kondisi volatilitas pasar yang signifikan, kehadiran fitur staking di platform Reku menjadi langkah strategis untuk mempertahankan appetite serta menjawab kebutuhan investor. Termasuk bagi investor dengan tujuan jangka menengah hingga panjang, fitur staking cocok untuk diversifikasi portofolio dan membantu mengurangi risiko terkait volatilitas harga satu jenis aset kripto,” kata Robby.
 
Adapun lima koin yang bisa di-staking di Reku yakni Ethereum (ETH), Cardano (ADA), Polygon (MATIC), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Tezos (XTZ).
 
“Ini merupakan upaya Reku untuk memperluas pemahaman masyarakat. Tidak hanya terkait teknologi blockchain dan aset kripto, namun juga kesiapan mental dan finansial sebelum berinvestasi. Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak berinvestasi dan terhindar dari FOMO,” kata dia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(SAW)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Selain WFH, Legislator Dorong Penggunaan Transportasi Publik Dimasifkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *