2030, Pemerintah Bakal Bangun 1 Juta Rumah Hijau

Berita, Teknologi334 Dilihat

Jakarta: Pemerintah menargetkan pembangunan 1 juta rumah hijau pada 2030 dan
terwujudnya 100 persen rumah bebas emisi karbon di 2050. Pengembangannya akan bersumber dari pembiayaan yang berkelanjutan (sustainable financing), di antaranya melalui Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP) yang ditugaskan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
 
SMF dipercaya sebagai Sekretariat Ekosistem Pembiayaan Perumahan dapat menjadi wadah bersama untuk berkoordinasi dalam memajukan industri perumahan Indonesia, termasuk untuk berkontribusi secara bersama dalam menciptakan industri perumahan yang berbasis lingkungan sehingga dapat mengakselerasi transisi energi yang adil dan terjangkau yang saat ini digulirkan oleh pemerintah.
 
Selanjutnya, pengembangan pembiayaan perumahan berbasis lingkungan atau pembiayaan
perumahan hijau merupakan solusi bagi Indonesia dalam menekan risiko perubahan iklim global.
Kerentanan negara-negara ASEAN terhadap perubahan iklim cukup tinggi, dan hal tersebut dapat berdampak panjang dan signifikan pada pertumbuhan ekonomi khususnya di kawasan ASEAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan pembiayaan perumahan hijau merupakan salah satu instrumen finansial inovatif yang selaras dengan tujuan mengatasi perubahan iklim dan keberlanjutan. Pembiayaan perumahan hijau akan meningkatkan program kepemilikan rumah dan renovasi dengan memperhatikan standarstandar efisiensi energi.
 

“Hal ini masih baru di Indonesia. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini kita bisa mendengarkan pengalaman-pengalaman dari sahabat kita Eropa dan Jepang, karena mereka telah mengimplementasikan hal ini lebih dulu,” kata Ananta dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Agustus 2023.
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menekankan bahwa menurut Laporan Climate Transparency 2022, bangunan gedung merupakan salah satu kontributor emisi karbon utama di Indonesia yang terdiri dari 4,6 persen emisi langsung (pembakaran untuk penghangat, memasak, dan lain-lain) dan 24,5 persen secara tidak langsung (jaringan listrik untuk peralatan rumah tangga).
 
Untuk itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong efisiensi pemanfaatan energi, air
dan sumber daya lainnya pada bangunan, khususnya bangunan perumahan melalui implementasi konsep Bangunan Gedung Hijau sesuai amanat PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.
 
“Kementerian PUPR menggagas inisiatif strategis Indonesia Green Affordable Housing
Program (IGAHP) untuk menyediakan rumah yang terjangkau baik melalui pembangunan rumah
baru maupun renovasi rumah dengan menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau. Program ini
dilaksanakan secara kolaboratif oleh para pemangku kepentingan dalam ekosistem pembiayaan
perumahan,” jelas Herry.
 
Sebagai upaya bersama dalam mendukung terciptanya suatu ekosistem untuk menyelaraskan seluruh upaya pemenuhan hunian agar dapat berjalan dengan optimal, termasuk
upaya-upaya pendanaan kreatif (creative financing), Pemerintah telah membentuk inisiatif
Ekosistem Pembiayaan Perumahan di tahun 2023 ini yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal
Pengelolaan Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(KIE)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Sekjen PDIP Dinilai Panik Gara-gara ?Budiman Dukung Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *