Panorama Bukit Mliwang

Rawa Silowo Penopang Kehidupan Warga Miskin

22 - Apr - 2012 | by: admin
rawa silowo

Sosialnews.com, Tuban – Manusia dan alam mempunyai hubungan yang tak dapat dipisahkan, demikian juga warga bantaran rawa Silowo, di antaranya adalah Darsilah 60 tahun dan Tarmi 33 tahun asal Dusun Pelang Desa Tahulu Kecamatan Merakurak, Tuban, pengrajin anyaman tikar dan atap rumah.

Rawa-rawa yang tergenangi air pada suatu kawasan, merupakan lingkungan yang ditumbuhi tumbuhan endemik tertentu dan cenderung homogeny, merupakan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa ketersedianya untuk kehidupan, diantaranya untuk manusia jika dimanfaatkan dengan baik dan terkendali. Sehingga bersitegaknya makro dan mikro kosmos berjalan seimbang antara manusia dan alam sekitarnya.

Pemanfaatan secara ekonomi keberadaan rawa Silowo terjadi secara turun temurun sejak dahulu hingga sekarang. Hal ini seperti disampaikan Darsilah “Dari kecil saya dahulu ikut bapak membuat kerajinan tikar dari kulit pelepah pohon nipah sampai sekarang“ ujar nenek 5 cucu ini. “Dalam pembuatan tikar saya kerjakan dengan kelurga yaitu anak-anak saya pak,“ tuturnya sambil tetap tanganya menguliti/mengupas pelepah. Pembuatan tikar tersebut memerlukan beberapa tahap, diantaranya dari pelepah dikuliti lalu dijemur beberapa hari dan baru di lakukan anyaman.

Sementara tarmi 33 tahun pengrajin anyaman untuk atap rumah dari daun nipah, juga dilakukan secara turun temurun “Sejak kecil saya sudah melakukan ini, bahkan hampir semua warga kampung di sekeliling rawa Silowo, melakukan hal yang sama. Dalam pembuatan atap rumah dari daun nipah dilakukan saat daun masih hijau setelah dipisahkan dari pelepah pohon, dan dapat dilakukan disela-sela pekerjaan rutin rumah tangga, dan dalam sehari bisa 100 sampai 200 lembar anyaman atap.

Pemasaran dari hasil pekerjaan tersebut mencapai beberapa kota di Jawa Timur, bahkan sampai Jawa Tengah, disamping di pasarkan di pasar-pasar lokal. Harga untuk anyaman tikar Rp. 15.000/meter, sedangkan untuk anyaman atap rumah Rp 20.000/100 lembar.

Pemanfaatan anyaman tikar sering juga di gunakan untuk lapisan dinding, kebutuhan dalam partai besar apabila digunakan untuk menciptakan suasana etnik pada cafee atau penginapan. Untuk anyaman atap, permintaan besarnya jika dipakai untuk pembuatan kandang ayam potong.

Dari pantauan wartawan sosialnews di beberapa tempat area rawa makin terdesak oleh perubahan lahan dari pertanian sampai pembangunan pemukiman permanen, meski mata air di beberapa titik masih melimpah bukan tidak mungkin akan mengalami penurunan kwantitas maupun kwalitasnya, terutama alur aliran bawah permukaan yang menjadi potensi paling utama jika ruang di atas tak diperlakukan dengan baik, “Saya tidak tau jika rawa ini mengering ,dan tambahan pendapatan tidak ada, bagaimana kami melanjutkan hidup, ya pak “ ujar Tarmi di teras rumahnya yang persis mepet rawa silowo tersebut. * ( at )


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Lingkungan Hidup,PSKS | Tags: Trackback | 1 Comment

One Response to “Rawa Silowo Penopang Kehidupan Warga Miskin”

  1. sholahuddin says:

    gus at kok ga mampir awakmu

Isi Komentar

*
  • Archives

 


©Copyleft 2011 - 2013 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net