Panorama Bukit Mliwang

Penderita Hydrocephalus Butuh Uluran Tangan

13 - Jun - 2012 | by: admin
13-6 bayi pembesaran kepala

Sosialnews.com, Tuban- Achmad Mansyur, seorang balita dari keluarga tak mampu menderita hydrocephalus (pembesaran kepala). Orang tuanya tak mampu lagi membawa anaknya operasi untuk yang ketiga kalinya, karena terbentur biaya. Keluarganya berharap ada dermawan yang mau membantu memberikan biaya operasi balita malang tersebut.

Anak pasangan Wiji Wahyudi (30) dan Ita (22), ini selalu menangis karena merasakan sakit di kepalanya, terlebih menyangga kepalanya yang masih membesar meski sudah pernah dua kali dioperasi. Bahkan, meski dalam dekapan dan gendongan ibunya, balita berusia tujuh bulan, warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban ini, masih saja menangis.

Penderita hydrocephalus tersebut tinggal bersama orang tua, kakak dan neneknya di sebuah rumah sangat sederhana terbuat dari bambu dan beralas tanah.”Maaf mas, ya seperti inilah rumah saya,” ujar Wiji, ayah Achmad Mansyur, saat mempesilahkan wartawan masuk ke dalam rumahnya.

Menurut Wiji, anaknya itu sejak lahr sudah menderita hydrocephalus. Awalnya kepala anaknya tidak terlalu besar, namun lama-lama kepalanya membesar dan terasa sakit. Dokter memutuskan, balita tersebut menderita hydrocephalus dan harus dibawa ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya untuk menjalani dioperasi.

Selama menjalni operasi, kedua orang tua si bayi praktis tak mengeluarkan biaya, namun hanya mengeluarkan biaya perjalanan dan makan. Sebab, orang tua Mansyur mengantongi kartu jamkesmas.”Selama dua kali mengantar anak saya ke Surabaya, habis biaya Rp. 8 juta,’’ aku Wiji.

Kini, rencananya kedua orang tua penderita balita malang itu ingin membawa buah hatinya tersebut ke Surabaya lagi untuk menjalani operasi, agar cairan yang ada di kepala anaknya itu berkurang dan bisa sembuh total, namun, tak ada biaya. ”Ya, harus cari sangu dulu mas, agar bisa ke sana (Surabaya,red),’’ lontar Wiji.

Wiji sendiri hanya seorang penjual buah siswalan yang penghasilan sehari-harinya hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, keluarganya hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan dari para dermawan agar anaknya bisa sembuh total. “Harapan kami agar anak kami nantinya bisa sembuh dan seperti anak-anak normal pada umumnya,’’ pungkasnya. (heri setiawan/yei)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Masalah Sosial | Tags: , , , Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
  • Archives

 


©Copyleft 2011 - 2013 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net