Panorama Bukit Mliwang

Akibat Bantuan Belum Cair Seorang Istri Jadi Sasaran KDRT

6 - Jul - 2012 | by: admin
6-7-pu-korban-kdrt

TUBAN, sosialnews.com – Akibat bantuan dari pemerintah belum cair, seorang istri jadi sasaran KDRT. Apes, menimpa Pu (38) warga Dusun Bunder Keluarahan Perunggahan Kulon Kecamatan Semanding, dihajar Can (40 th) suaminya sendiri, hingga babak belur, Jum’at (06/07) sore tadi. Kejadian ini berawal, ketika ia sehabis mengembala kambing di hutan setempat.

Can, suaminya pulang dalam kondisi mabuk berat. Kemudian menanyai korban terkait pencairan bantuan dari pemerintah pusat. Dijawab korban, bahwa bantuan tersebut belum cair. Mendapat  jawaban istrinya, Can kemudian marah-marah kepada Pu, istrinya sendiri, kemudian menendang tubuh Pu. Tak hanya itu, candi juga menjambak rambut, memukul wajah korban dan menendang, hingga korban tak berdaya.

Mengetahui suaminya yang semakin brutal, korban kemudian lari ke rumah warga setempat untuk meminta tolong, kemudian melapor ke salah satu perangkat setempat. Setelah melapor ke perangkat Desa setempat, kemudian perangkat desa menghubungi pihak kepolisian dan ke Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR). Dengan didampingi KPR, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban. “Sebenarnya kasus yang dialami Bu Pu ini sudah lama, namun dia diam saja dan tidak melapor,” jelas Inul aktifis KPR.

Dijelaskan Inul, Pu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) semenjak 18 tahun yang lalu mulai mempunyai anak pertama hingga melahirkan anak yang kedua, “Dulu pernah mengalami hal yang sama, namun berhenti di kepolisian lantaran ibunya Pu minta dicabut laporanya dan selesai dalam kekeluargaan,” paparnya.

Hingga korban menjadi salah satu orang yang mendapatkan bantuan program dari Kementerian Sosial, sebagai korban KDRT yang berhak dan layak mendapatkan bantuan program usaha ekonomi produktif. Setelah dilakukan pendataan dan kelayakan dari petugas pendamping.

Setiap penerima berhak mendapatkan bantuan berupa pemberdayaan ekonomi, dan barang yang disebut bantuan dekontruktif. Namun bantuan tersebut ternyata tak kunjung terealisasi, hingga mengakibatkan korban  harus menjadi kekerasan yang ke sekian kalinya, hanya gara-gara bantuan dari pemerintah pusat yang belum cair. (ayik)

 


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Masalah Sosial | Tags: Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2013 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net