Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

24 - Jun - 2013 15:04 WIB | by: admin (208 klik)
Kartu Perlindungan Sosial (KPS). (doc: tnp2k.go.id)
Kartu Perlindungan Sosial (KPS). (doc: tnp2k.go.id)

Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

Kartu Perlindungan Sosial (KPS) adalah kartu yang diterbitkan oleh Pemerintah sebagai penanda Rumah Tangga Miskin. KPS memuat informasi Nama Kepala Rumah Tangga, Nama Pasangan Kepala Rumah Tangga, Nama Anggota Rumah Tangga Lain, Alamat Rumah Tangga, Nomor Kartu Keluarga, dilengkapi dengan kode batang (barcode) beserta nomor identitas KPS yang unik. Bagian depan bertuliskan Kartu Perlindungan Sosial dengan logo Garuda, dan masa berlaku kartu.

Sebagai penanda Rumah Tangga Miskin, Kartu Perlindungan Sosial ini berguna untuk mendapatkan manfaat dari Program Subsidi Beras untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah atau dikenal dengan Program RASKIN. Selain itu KPS dapat juga digunakan untuk mendapatkan manfaat program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Pemerintah mengeluarkan Kartu Perlindungan Sosial ini kepada 15,5 juta Rumah Tangga Miskin dan rentan yang merupakan 25% Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah di Indonesia.

Kartu Perlindungan Sosial dikirimkan langsung ke alamat Rumah Tangga Sasaran (RTS) oleh PT Pos Indonesia.

Adapun syarat dan ketentuan penyampaian KPS ini adalah sebagai berikut:

  • Kepala Rumah Tangga beserta seluruh Anggota Rumah Tangga berhak menerima Program Perlindungan Sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Penerima Program Bantuan Sosial harus dapat menunjukkan kartu ini pada saat pengambilan manfaat program. Ketidaksesuaian nomor Kartu Keluarga tidak membatalkan pengambilan manfaat program.
  • Kartu ini harus disimpan dengan baik. Kehilangan atau kerusakan kartu menjadi tanggungjawab Pemegang Kartu.
  • Kartu tidak dapat dipindahtangankan.

Sumber Data Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

Data Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang digunakan untuk Kartu Perlindungan Sosial bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Pendataan RTS telah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu: Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) pada tahun 2005, Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) pada tahun 2008, dan yang terakhir PPLS pada tahun 2011.

Dalam rangka meningkatkan keakuratan data RTS, metodologi pendataan RTS disempurnakan, yang mana penyempurnaan metodologi tersebut dikoordinasikan oleh TNP2K. Pendataan di lapangan untuk mencacah seluruh karakteristik Rumah Tangga sasaran dilakukan oleh BPS. Hasil pencacahan tersebut disampaikan kepada TNP2K untuk diolah sehingga menghasilkan 40% data Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah. Data tersebut kemudian dikelola sebagai Basis Data Terpadu (BDT).

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT), diputuskan bahwa KPS diberikan kepada 25% Rumah Tangga dengan status sosial ekonomi terendah. Sebagaimana diketahui, bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan pada bulan September 2012 adalah 11,66%. Maka, pemberian KPS tidak hanya mencakup mereka yang miskin namun juga mencakup mereka yang rentan.

Sumber: tnp2k.go.id


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Sosial | Tags: Trackback | 5 Comments

5 Responses to “Kartu Perlindungan Sosial (KPS)”

  1. soni says:

    Syarat Rumah Tangga Sasaran seperti apa, hal ini juga menjadi polemik dimasyarakat

  2. zainudin says:

    mestinya singkron denga data peserta JAMKESMAS

  3. bambang surya darma says:

    pak gmn cara mendapatkan kartu perlindungan sosial

  4. bambang surya darma says:

    tolong ya pak ini data keluarga saya untuk mendapatkan kps, agar bapak dapat menbuat kps

    nama : BAMBANG SURYA DARMA
    alamat : Jln. ahmad yani kotapinang
    Tgl/Lahir : Kotapinang, 12 Desember 1978
    Pekerjaan : Guru Honor
    Nama anak : 1. Ajeng Rahma Dhini Satury
    2. Ajeng Sofima Rahmatia
    3. Muhammad Radja Rizky
    Nama Istri : BAHLELA WANI
    alamat : Jln. Ahmad Yani Kotapinang
    Tgl/Lahir : Pekan sisumut, 12 Desember 1977
    Pekerjaan : Ikut Suami

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net