Klub Pesta Malam

17 - Mar - 2012 0:45 WIB | by: admin (148 klik)
terkejut - sosialnews.com

Romansa – Jos, lelaki asal di Kecamatan Kenduruan, yang sudah sejak remaja merantau di Jakarta, belum sekali pun masuk tempat hiburan dengan lampu temaram bernama klub malam. Dan lelaki yang telah beranak bini, telah lama ingin tahu hiburan seperti apa yang disuguhkan di kawasan Slipi, Jakarta Barat tersebut.

Para karibnya yang mengaku telah beberapa kali mengunjungi klub malam itu, menebar cerita yang menggoda keinginan Jos.

“Pokoknya asyik dah. Ini live. Siaran langsung tanpa sensor,” ujar Tris, kawan Jos, sembari mengunjukkan jari jempolnya dan berjanji jika telah tiba saatnya dia akan diajak ke sana.
Jos telah lama menantikan malam ini. Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mengatakan secara persis apa yang ada di dalam klub itu. Banyak isue yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta liar untuk anggota klub. Maksudnya apa, Jos masih meraba-raba.

Masa remaja Jos, dihabiskan banyak memikirkan masalah perempuan. Hingga tiba saatnya. Jos juga telah banyak menjumpai orang lalu-lalang yang seusia sebaya dengannya, sudah tidak lagi muda memang, atau sedikit lebih muda.

Tepat di malam Minggu, Jos berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. Dimana akhirnya dia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorang pun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-macam pikiran jelek timbul di kepalanya ketika dia sedang duduk menunggu di luar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan klub.
Jos bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan; sepasang celana dan kemeja, dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.

Seorang lelaki bertubuh tegap muncul di hadapannya. Dia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng seperti yang ada di pesta-pesta halloween terbuat dari plastik.

“Buka pakaianmu dan pakai ini.” Kata lelaki tu sambil memberikan topeng itu.

Jos tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain di sana yang bisa melihatnya setengah telanjang. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya seperti itu, istrinya.

Laki-laki lainnya ikut masuk. Ada tujuh orang di dalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa di atas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.

Jos melihat ke arah lelaki berjalan ke tempat tidur.

“Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua di ruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”

Lelaki itu memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Jos segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang perempuan.

Dan tiba-tiba saja perempuan segera menurunkan tangannya. Jos tiba-tiba menyadari bahwa dia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.

Jos segera mendekat dan berdiri disamping perempuan itu sehingga langsung berhadapan dengan tubuhnya. Jos benar-benar terpesona melihatnya.

Namun, Jos sudah terlanjur masuk ke dalam klub itu, membuatnya menyesal setengah mati. Kejadian itu membuatnya jijik dan sekaligus membuatnya ingin cepat-cepat meningalkan tempat tersebut.

Hati Jos bergolak oleh kegamangan. Perasaan malu, takut dan bergairah saling berpacu dalam dirinya tapi segera dilupakannya. Jos Benar-benar menikmati apa yang dilihatnya. Dan Jos sampai menggigit bibirnya untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan suara.

Jos tidak berkata apa-apa selain memandangi perempuan yang masih tak jelas wajahnya.
Selama ini Jos tidak pernah menyentuh perempuan lain, dan ini pengalaman pertamanya bersama wanita lain.

Malam semakin merangkak jauh. Sekujur tubuhnya basah oleh peluh. Begitu juga perempuan di sampingnya. Keduanya saling diam. Lama keduanya larut dalam amuk hati masing-masing, Jos memberanikan diri mendekat. Kini wajah mereka berdekatan. Tiba-tiba topeng yang menutupi wajah perempuan itu terjatuh tanpa sengaja. Jos kaget bukan alang kepalang.

“Lastri!” pekiknya dalam keterkejutan.

Jos yang menemukan jodohnya di Jakarta keluar ruangan. Kakinnya diayunkan di atas geligir jalanan Jakarta yang basah oleh gerimis bukan menuju jalan pulang. Entah ke mana Jos tidak mempedulikannya. Lastri yang dinikahinya dengan setulus cintanya empat tahun lalu, ternyata adalah perempuan bertopeng di ruangan temaram dengan banyak laki-laki yang merokok dan minum bir. Jos merasa terhina dan terpukul. Lastri siapa dia sebenarnya? Sampai Jos meninggalkan perempuan itu hingga setahun tak pernah ditemukan jawabnya. (grey)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Romantika | Tags: Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net