Sorgum Tanaman Alternatif Pengganti Padi di Musim Kemarau

11 - Sep - 2012 9:57 WIB | by: admin (72 klik)
11-9 sorgum

LAMONGAN, sosialnews.com – Di musim kemarau seperti saat ini, petani dibuat resah lantaran tidak bisa menanam padi. namun petani di wilayah Keyongan Kecamatan Babat di musim kemarai seperti sekarang ini, mereka beralih dari menanam padi ke menanam sorgum.

Sorgum sendiri merupakan bahan pangan dunia. sorgum berada di urutan ke lima setelah padi, gandum, jagung dan barley. sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga banyak digunakan sebagai bahan makanan dan juga pakan ternak. selain itu biji sorgum di negara maju juga digunakan sebagai bahan baku bioetanol. sorgum sendiri bisa dibuat sebagai tepung yang digunakan bahan baku makanan olahan atau dapat dimasak secara langsung.

Menurut Kasinah, Petani sorgum ini mengaku, saat musim kemarau ini sangat sulit mendapatkan air irigasi, jika petani nekat untuk memanam padi maka hasilnya akan puso lantaran kurang suplay air. Sementara tanaman sorgum tidak membutuhkan banyak air sehingga sangat cocok sebagai tanaman alternatif di musim kemarau seperti saat ini.

“Buktinya untuk musim kemarau ini, satu hektar sawah mampu menghasilkan sorgum sebanyak tujuh tujuh ton. Sedangkan harga sorgum saat ini harga sorgum mencapai seribu lima ratus rupiah per kilonya. Meski harganya cukup murah, namun jika dibanding dengan biaya perawatan rendah, para petani masih meraup keuntungan. Lahan persawahan pun masih produktif ketika musim kemarau panjang tiba,” ujar Kastinah.

Para petani berharap Pemerintah Lamongan membangun pabrik yang berbahan baku sorgum agar harga sorgum bisa lebih tinggi dan mampum meningkatkan kesejahteraan petani. (m. bashoir)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Peristiwa | Tags: , Trackback | 2 Comments

2 Responses to “Sorgum Tanaman Alternatif Pengganti Padi di Musim Kemarau”

  1. Yeri says:

    Kalau saya membutuhkan sorgum menghubunggi siapa, harap kontak person yang bisa di humbunggi. terima kasih.
    Jery.

  2. fatnur says:

    Apakah bibitnya sudah tersebar di seluruh indonesia?
    di dinas ketahanan pangan ada ga ya?

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net