Petani Mulai Tinggalkan BBM dan Beralih ke Elpiji

14 - May - 2012 1:02 WIB | by: admin (708 klik)
petani beralih ke elpiji

Sosialnews.com, Bojonegoro – Sedikitnya dua puluh petani yang ada di Desa Simorejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, telah menggunakan bahan bakar elpiji, untuk diesel pompa air yang digunakan untuk mengairi sawah, yang sebelumnya berbahan bakar premium. Senin (14/05)

Beralihnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, ke gas elpiji yang dilakukan oleh sejumlah petani ini, berawal dari keberhasilan eksperimen yang dilakukan oleh Andik, pemilik sebuah bengkel motor yang ada di Desa tersebut, pada sebuah diesel miliknya yang berbahan bakar premium diganti dengan bahan bakar elpiji.

Keberhasilan ini kemudian oleh para petani, yang semula merasa kesulitan mencari bahan bakar premium, pada sejumlah SPBU akibat adanya larangan pembelian BBM dengan jirigen, saat hendak mengairi sawahnya, kemudian membawa diesel mereka ke bengkel Andik untuk dirubah menjadi diesel berbahan bakar elpiji.
dengan modal 150 ribu rupiah, dan sebuah tabung elpiji, Andik dalam kurun waktu satu hari bekerja berhasil merubah dua diesel berbahan bakar premium beralih ke elpiji, dengan cara sedikit merubah pada karburator diesel tersebut.

“Awalnya lihat dari tv dan mencoba diesel saya sendiri, kemudian banyak orang tau, terus petani di desa sini meminta agar diesel mereka dirubah menjadi bahan bakar elpiji,” kata andik.

Dengan dirubahnya diesel bahan bakar premium ke elpiji ini, menurut para petani dapat meringankan kerja mereka, yang sebelumnya harus mengantri lama di beberapa SPBU, hanya untuk mendapatkan empat puluh liter premium, untuk mengairi satu hektar sawahnya.

Saat ini lebih mudah untuk mendapatkan bahan bakar dieselnya, karena kios-kios yang ada di desa banyak yang menjual elpiji tiga kilo.

“Semula saya tau, diesel Mas Andik, terus aku suruh merubah diesel saya, dengan dibuat seperti ini, selain mudah untuk mendapatkan bahan bakarnya, saat ini juga semakin murah ongkos untuk mengairi satu hektar sawah kita mas” ucap Madra’i, petani.

Bila menggunakan bahan bakar premium. untuk mengairi satu hektar sawahnya para petani menghabiskan uang Rp. 180 ribu untuk mendapatkan 40 liter premium, dan sekarang untuk mengairi sawah satu hektar hanya membutuhkan dua tabung elpiji tiga kilogram, dengan biaya Rp. 26 ribu. (Yan)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Peristiwa | Tags: Trackback | 1 Comment

One Response to “Petani Mulai Tinggalkan BBM dan Beralih ke Elpiji”

  1. sholahuddin says:

    munkin bisa di tularkan ilmunya ke petani tuban

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net