Pengamat: Hasil real count Pilgub Jatim nanti mirip quick count

31 - Aug - 2013 11:00 WIB | by: admin (80 klik)
SURAT SUARA
Surat suara Pilgub Jatim. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, yang digelar Kamis kemarin (29/8) masih akan ditentukan nanti setelah rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) rampung pada 5-7 September mendatang.

Namun hasil quick count yang digelar beberapa lembaga survei telah memenangkan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Hasil quick count itu kini menjadi sorotan lantaran hasil real count Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai partai pendukung pasangan Khofifah-Herman (BerKah) menunjukkan hasil berbeda.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Hariyadi, menilai hasil quick count beberapa lembaga survei yang menempatkan KarSa sebagai pemenang dengan selisih suara sekitar 9-10 persen di atas suara milik BerKah, nanti tidak akan jauh berbeda dengan hasil real count.

“Dalam hitungan manual (real count) nantinya juga tidak jauh berbeda dengan quick count. Artinya, pasangan KarSa kemungkinan sulit dikejar apalagi disalip oleh pasangan BerKah. Beberapa lembaga survei yang kemarin menggelar quick count itu memiliki pengalaman dan reputasi. Saya yakin nanti hasil real count tidak akan jauh berbeda,” tegas Hariyadi, Jumat (30/8).

Bagaimana dengan hitungan real count yang dilakukan oleh tim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Hasil itupun belum bisa dijadikan acuan, sebab perhitungannya juga masih terus berjalan hingga batas waktu rekapitulasi dilakukan oleh KPU Jatim.

Menurut dia, mayoritas lembaga survei yang menggelar quick count itu, menggunakan margin of error sekitar 1 persen. “Artinya batas pergeseran maksimal hanya 2 persen. Dan kalaupun terjadi, suara KarSa hanya akan turun sekitar 2 persen saja dan BerKah naik 2 persen,” terangnya.

Jadi, dia melanjutkan, KarSa yang dalam hitungan quick count kemarin memperoleh suara sekitar 47 persen, dan Khofifah-Herman sekitar 38 persen, bisa dilihat selisihnya sangat jauh, yaitu 9 persen. “Kalau suara KarSa dikurangi 2 persen, maka akan mendapatkan suara 45 persen, dan Khofifah-Herman ditambah dua persen, sehingga menjadi 40 persen.”

Hal ini jelas berbeda dengan Pilgub Jatim 2008 silam, selisih keduanya hanya terpaut tipis, yaitu sekitar 0,40 persen. Jadi kemungkinan membalikkan keadaan masih bisa terjadi.

Hasil rekapitulasi KPU Jatim yang berdasarkan hitungan manual pada Pilgub edisi 2008 silam, terbalik memenangkan KarSa, meski lima lembaga survei sudah mengklaim KaJi (Khofifah-Mudjiono) menang. Sementara saat ini (Pilgub 2013), selisih keduanya sangat jauh.

Bahkan, Hariyadi berspekulasi dengan menaikkan batas metodologi quick count dengan margin of error 3 persen. “Taruhlah margin of error kita naikkan jadi tiga persen, hasilnya saya kira tetap saja. Padahal batas 3 persen adalah batas maksimal. Karena kalau margin of errornya 4 persen, berarti metodologinya patut dipertanyakan,” kata dia berspekulasi.

Senada dengan Haryadi, Direktur PusdeHAM Unair Surabaya, Mohammad Asfar mengatakan bila berdasarkan pengalamannya menggelar quick count, hasilnya tidak akan terlalu jauh dengan hitungan manual. “Ini margin of error-nya 1 persen, saya menduga realnya akan seperti itu juga,” jelasnya.

Bahkan Asfar berani meyakini hasil perhitungan manual hampir pasti juga akan sama dengan hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei lain. Alasannya sama, selisih antara KarSa dan BerKah terpaut jauh, 9 persen. Artinya ada selisih pemilih lebih dari satu juta jiwa.

“Untuk mengubah margin satu juta itu tidak mudah. Kalau menggerakkan 20-40 ribu mungkin bisa, tapi kalau sampai jutaan saya kira agak susah,” terangnya.

Sebelumnya, hasil quick count beberapa lembaga survei pasca pencoblosan Kamis kemarin, rata-rata menyatakan KarSa yang menang. Setidaknya ada tiga lembaga survei yang melakukan quick count, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), dan Proximity.

Hasilnya, selisih suara antara KarSa dengan Berkah rata-rata di atas 9 persen. Perinciannya, hasil quick count LSI: KarSa tembus 47,96 persen dan Berkah hanya 37,75 persen. SMRC: KarSa mengantongi 46,97 persen dan Berkah juga tak jauh beda yaitu 37,77 persen, serta Proximity: KarSa (48,24 persen) dan Berkah (37,05 persen).

Sumber: merdeka.com/mtf


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Peristiwa | Tags: Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net