Santapan Rohani Versi Pecinta Alam Tuban
4 - Aug - 2012 | by: admin
TUBAN, sosialnews.com bertempat di Aula Midori Sma Negri 2 (smada) Tuban sabtu 4/12, ratusan anggota pecinta alam se-Kabupaten Tuban menunggu berbuka puasa sambil mendapat santapan rohani tentang dampak kerusakan lingkungan hidup di kabupaten Tuban oleh Edy Toyibi Direktur Cagar, seorang kyai lingkungan.
Satu demi satu tunas muda bangsa yang tergabung dalam komunitas pecinta alam se-Kabupaten Tuban memasuki salah satu aula di komplek Sma Negri 2 (smada) Tuban, guna menghadiri acara pengajian ramadhan yang diadakan MIDORI pada kali ini mengambil tema lingkungan. “Kami ingin mengajak seluruh pecinta alam di Tuban untuk merenungkan kondisi lingkungan Tuban yang memprihatinkan mas,“ kata Naufal senior Midori.
“Apalagi di bulan ramadhan yang penuh berkah ini,“ tambah naufal.
Sementara salah satu panitia mengatakan “Kalau bukan kita anak-anak muda yang terus-menerus mengasah kepedulian tentang lingkungan, siapa lagi….?“ ujar Bella. “Zaman dan kondisi yang mengharuskan kami berbuat lebih terhadap lingkungan, baik tenaga, fikiran dan ilmu agar generasi mendatang menikmati ciptaanNYA dalam kondisi baik,“ ujar pelajar jangkung berkerudung tersebut.
Acara puncak diisi oleh direktur CAGAR Edy Toyibi dengan paparan mengenali dampak kerusakan lingkungan hidup, Edy menampilkan beberapa dokumen potret kerusakan lingkungan hidup dari kawasan karst, kawasan tambang pasir, tambang lempung sampai kerusakan pantai dan sempadan Bengawan Solo, tak lupa kerusakan potensi spektakuler goa-goa di Tuban, yang mengalami degradasi kerusakan tak terbendung. “Sebagai generasi muda kalian wajib melindungi lingkungan hidup, minimal di sekitar kita,“ kata Edy disela paparanya.
”Tuban kaya akan sumber daya alam, namun juga seiring dengan itu eksploitasi SDA juga bergerak dengan cepat di semua lini,“ tambah Edy disambut gegap gempita ratusan peserta yang rata-rata berusia belasan tahun itu. “Dalam memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat kalian dilindungi Kalam Tuhan dan UU yang berlaku di negeri ini,” ujar pria berkopyah untuk mengakhiri tauisyah renungan ramadhan tentang lingkungan. selanjutnya ratusan undangan menikmati berbuka puasa bersama *( at )
Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Lokal | Tags: Buka Bersama, Pecinta Alam Trackback | 5 Comments
Kategori Lokal
- Antara Jihad dan Terorisme
- Pengumuman Hasil Ujian Tulis Calon Pendamping PKH Tahun 2013
- Wakil Bupati Tuban Canangkan BBG-RM Ke-10 dan HKG-PKK ke-41
- Karyawan PT Sechase Manunggal Jaya Mengadu ke Dinsosnaker Tuban
- Ayah Bupati Tuban Telah Wafat
- Luapan Air Bengawan Solo Genangi 7 Desa di Kecamatan Widang
- Banjir Bandang Bengawan Solo, Ribuan Warga Mengungsi
- PPK Tuban Melantik Anggota PPS Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014
- Mengaku Jejaka, Cabuli Bocah di Bawah Umur Hingga Hamil
- Laka Beruntun, 3 Orang Tewas di Lokasi Kejadian
Statistik
Archives




Facebook
Google +
Twitter
joss
Dari aula itulah semua pengetahuan tentang alam dan lingkungan aku dapatkan dan dari aulah itulah aku putuskan untuk melawan.
Uztad Edy, terima kasih telah kau sampaikan pengetahuanmu kepada adik2ku dN aku berharap mereka jadi pemberontak yg Istiqomah
Menjadi penggagas , pencetus , perintis itu lbh baek drpd mjd pemberontak
GOOd WORK;
Thx 4 all your attention for my brother.
I am so sad because now could not be with you again
maybe let a little history we shall write
InsyaAllah in Lebaran Holidays I’ll go to “reuni” SMADA 91 on August 22; 2012.
I hope to meet you…..
wah wah.
asik juga tuh.
kumpul kumpul buka bersama mbahas lingkungan.
“keep solo caver”