Kepemimpinan Kosong Seperti Balon
20 - Jun - 2012 | by: admin
Sosialnews.com, Tuban – Kepemimpinan kosong seperti balon. Banyak cara yang dilakukan untuk mengkritisi kebijakan pemerintahan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Gombal Amoh Art Movement, sebuah Komunitas Gerakan Pemuda Kutorejo (GPK) Art Community, yang melakukan aksi teatrikal bertajuk “Government Balloon”.
Dalam aksinya yang di mulai jam 15.00 hingga 17.00 di Perempatan Pegadaian Jl. Pemuda – Basuki Rachmad. Dengan peran utama adalah Dian Istoro dengan seting sebuah kursi kekuasaan, yang diselubungi kain transparan berwarna hijau dengan posisi menjulang ke atas yang ditopang dengan sebuah tangga yang terbuat dari bambu.
Maksud teatrikal tersebut, menggambarkan kepemimpinan di Tuban selama satu tahun ini hanya sebuah simbolisasi belaka, yang memperoleh kekuasaan dari massa tradisional, yang artinya bahwa kepemimpinan Tuban Sekarang, hanya mengurusi kelompoknya sendiri, tanpa ada realisasi janji-janji yang dilaksanak saat kampanye, yang konon akan membuat Tuban lebih maju.
Dian Istoro dengan badan yang penuh lumpur, memainkan gerak tari sambil memutar-mutarkan balon berbagai warna itu lalu diletuskanya, menunjukan arti bahwa kepemimpinan di Tuban hanya memikat orang dalam konsep yang instan tanpa memiliki konsep ke depan pemerintahan yang relevan dengan program yang bisa diterima masyarakat Tuban, ”Kita ini hanya mengingatkanya dalam bentuk aksi ini, seperti balon itu menunjukan kepemimpinan sekarang hanya sebuah rekayasa politik alias kosong, untuk mengelabuhi masyarakat Tuban, dan tidak ada program yang bisa dinikmati masyarakat sepenuhnya, tak ubahnya pemerintahan sebelumnya,” jelas Dian usai melakukan teatrikal tari tersebut.
Sedangkan beberapa macam seragam dinas harian mulai dari batik hijau, coklat dan polos hijau yang terpampang dipinggir panggung teatrikal, menunjukan arti bahwa kepemimpinan di Tuban sekarang ini hanya duduk manis saja,” yang itu menunjukan pejabat pemerintah Kabupaten Tuban setiap hari hanya diam dan duduk manis melihat kondisi riil masyarakat miskin, tanpa melakukan upaya untuk mengembangkan dan membangun masyarakat yang ideal sesuai dengan visi, misi dengan program percepatan pembangunan khususnya dalam hal perekonomian,” lanjut Dian.
Atas nama GPK mereka hanya berharap kepada masyarakat Tuban, agar dalam pemilihan mendatang benar-benar memilih pimpinan yang pro terhadap masyarakat miskin bukan yang seperti sekarang ini, “Sekarang ini sebenarnya tidak layak memimpin Tuban, karena belum ada tanda-tanda perubahan dalam pemerintahannya,” pungkasnya. (ayik)
Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Lokal | Tags: Pemerintahan, Seni Peran Trackback | 0 Comments
Kategori Lokal
- Antara Jihad dan Terorisme
- Pengumuman Hasil Ujian Tulis Calon Pendamping PKH Tahun 2013
- Wakil Bupati Tuban Canangkan BBG-RM Ke-10 dan HKG-PKK ke-41
- Karyawan PT Sechase Manunggal Jaya Mengadu ke Dinsosnaker Tuban
- Ayah Bupati Tuban Telah Wafat
- Luapan Air Bengawan Solo Genangi 7 Desa di Kecamatan Widang
- Banjir Bandang Bengawan Solo, Ribuan Warga Mengungsi
- PPK Tuban Melantik Anggota PPS Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014
- Mengaku Jejaka, Cabuli Bocah di Bawah Umur Hingga Hamil
- Laka Beruntun, 3 Orang Tewas di Lokasi Kejadian
Statistik
Archives




Facebook
Google +
Twitter