Demam Berdarah Landa Tuban dan Bojonegoro

3 - Jul - 2012 16:06 WIB | by: admin (124 klik)
3-7-db

TUBAN – BOJONEGORO, sosialnews.com – Warga Kabupaten Tuban dan Bojonegoro Jawa Timur, dihantui penyakit demam berdarah, sedikitnya satu penderita meninggal dunia dan puluhan lainya berhasil disembuhkan setelah mendapatkan perwatan, dari rumah sakit. Penyakit demam berdarah mulai merebak di dua Kabupaten di Jawa Timur, sepertihalnya yang terjadi di Desa Sendangrejo Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, dan Kelurahan Karang Pacar, Kecamatan Kota Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (3/7/12)

Dalam satu bulan terakhir ini, di Kelurahan Karang Pacar Kecamatan Kota Bojonegoro, sedikitnya ada 5 penderita dalam satu keluarga, di antaranya Alisan wafid, M Akbar, Salsabila, dan Diyah.

Sementara itu di Desa Sendangrejo Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, sedikitnya ada enam penderita salah satu di antaranya Karen Salendra dua setengah tahun, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Muhamadiyah Bojonegoro.Meninggalnya satu penderita demam berdarah di Desa Sendang rejo Kabupaten Tuban ini, menurut warga karena kurang tanggapnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban dalam menangani kasus tersebut.

Karena sejak satu bulan lalu, sebelum banyak warga yang terkena demam berdarah, Suwaji orang tua Ahtiar dafa yang pertama kali menderita penyakit tersebut sembuh dalam perawatan di rumah sakit Aisyiyah Bojonegoro, telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, seperti apa yang diperintahkan oleh pihak rumah sakit yang merawat anaknya selama sakit. Namun hingga selama satu bulan ini, dan akhirnya jatuh korban satu orang tewas pada tanggal 28 juni 2012 kemarin hingga sekarang juga belum ada tindakan untuk dilakukan penyemprotan.

“Seharusnya pihak Dinas Kesehatan segera melakukan foging mas, karena sudah satu bulan lalu setelah anak saya pulang dari rumahsakit, pada 27-05-2012 lalu, setelah anak saya Ahtiar pulang dari rumah sakit sejak 21-05-2012 lalu, hingga saat ini belum ada tindakan mas,” kata Suwaji.

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Jarianto Kepala Desa Sendangrejo, yang sudah melanjutkan laporan yang diterima, dari orang tua korban ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, namun hingga saat ini belum ada tindakan.

Benar saya telah menerima surat dari dokter Irianto yang menangani warga saya selama sakit demam berdarah di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro, untuk diberikan Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, agar dilakukan penyemprotan, dan itu juga sudah saya lakukan melalui bidan desa,“ ucap Jarianto saat di temui di rumahnya.

“Namun hingga jatuh korban meninggal kemarin Karen 2,5 th, anak dari Hendro dan Erlina setelah mendapat perawatan di rumah sakit selama dua hari pada tanggal 28-06-2012, hingga sekarang belum ada tindakan sama sekali dari pihak Dinas Kesehatan Tuban”imbuhnya.

Dengan meninggalnya satu pasien penderita demam berdarah di Kabupaten Tuban kali ini, Kordinator Dewan Kesehatan Rakyat jawa timur (DKR) menyayangkan pihak Dinas Kesehatan setempat, yang dinilai lambat dalam menangani kasus tersebut, hingga akhirnya menimbulkan korban jiwa.

“Saya selaku Kordinator Dewan Kesehatan Rakyat, menyayangkan sekali, mengapa Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, tidak segera melakukan foging terkait adanya laporan dari warganya, yang jelas jelas mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak Rumah Sakit tempat korban Berobat, untuk dilakukan foging” kata Arief witanto kordinator DKR Jawa Timur.

“Hingga akhirnya ada korban jiwa, dan sampai saat ini belum ada tindakan, dan kita akan melakukan langkah menekan pihak terkait untuk segera tanggap terhadap kondisi masyarakat, yang seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah ini” imbuhnya, saat itemui di makam korban.

Sementara pada satu bulan terahkir ini, dari data rumah sakit Muhammadiyah Bojonegoro, tercatat ada dua puluh dua penderita demam berdarah yang sudah dirawat, satu meninggal dan lainya dua puluh pasien sembuh, dan hari ini tinggal satu pasien lagi atas nama Iqbal warga desa Sendangrejo, Kecamatan Parengan, Tuban, masih dalam perawatan.

Sekarang masih ada satu pasiyen, dan masih dalam perawatan, sebelumnya kita sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Dinas Kesehatan Tuban, dan saya titipkan pada keluarga korban” ucap DR Totok, humas RS. Aisyiyah Bojonegoro.(Yan)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Peristiwa | Tags: , Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net