Dampak Negatif Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Industri

15 - Jul - 2012 6:34 WIB | by: admin (470 klik)
Warga tolak pabrik semen
Warga tolak pabrik semen (doc: sosialnews.com)

PATI, sosialnews.com – Dampak negatif modenisasi teknologi salah satunya adalah mengancam keberlansungan hidup masyarakat di kawasan pedesaan/pegunungan, karena beralihfungsinya lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman maupun industri. Puluhan tahun terakhir, hal ini menggejala di wilayah Nusantara dari Sabang sampai Meraoke.

Wilayah Pegunungan Kendeng Utara di Kabupaten Pati terutama yang berada di Wilayah Kecamatan Tambakromo, Kayen dan Sukolilo merupakan wilayah lumbung pangan bagi masyarakat Kabupaten Pati, akhir-akhir ini mulai terancam, dengan berbagai bentuk alih fungsi lahan. Oleh karena itu, keberadaan lahan pertanian yang masih ada perlu dimanfaatkan secara maksimal agar predikat sebagai wilayah lumbung pangan tetap terjaga.
.
Tanaman padi lembah Gunung Kendeng yang memberi makan warga sekitar
Tanaman padi lembah Gunung Kendeng yang memberi makan warga sekitar

Ketersediaan pangan adalah salah satu penentu kehidupan. Jika lahan pertanian semakin habis, ancaman ancaman krisis pangan akan terjadi. karena krisis pangan akan membuat kesengsaraan, sama sengsaranya ketika kita juga mengalami krisis air.

Ancaman yang besar, nyata dan terus bergerak yang pada saat ini sedang terjadi adalah rencana pertambangan di wilayah pegunungan kendeng utara yang dilakukan oleh PT. Indocement Tunggal Prakasa. Perusahaan semen swasta yang saham mayoritasnya dimiliki oleh perusahaan Jerman dan Inggris, yang saat ini sedang dalam proses ’ mampir’’ di kampung kaki Gunung Kendeng untuk melakukan investasi, berkedok peningkatan pendapatan asli daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Memang benar jika berdiri perusahaan semen, maka pendapatan ekonomi masyarakat yang menjadi buruh di perusahaan akan meningkat, namun demikan perusahaan semen tidak mungkin menerima semua orang menjadi buruh. Artinya, akan ada peningkatan ekonomi bagi warga tertentu saja, kecenderungannya pengangguran di masyarakat meningkat.
.
Yang juga harus diingat adalah bahwa sering dengan peningkatan ekonomi, juga akan mengalami peningkatan pengeluaran. Jika air diambil pabrik semen, maka kebutuhan air tersedot oleh perusahaan, kekeringan akan terjadi. Untuk mendapatkan air pasti harus membeli. Jika lahan pertanian dialihfungsikan menjadi lahan tambang dan pabrik, maka padi dan palawija tak lagi bisa di tanam, yang pada akhirnya untuk mendapatkan bahan pangan harus membeli.

Hal yang sama pada persoalan kesehatan, peningkatan polusi , debu akibat aktivitas pabrik dan pertambangan juga akan membuat orang mudah menderita sakit. Biaya kesehatan juga akan meningkat. Ancaman selanjutnya adalah perubahan sosial, jika pakbri semen, pertambangan di bangun di wilayah gunung kendeng, maka desa, kampung yang dulunya tenang, asri menjadi bising. Kebisingan yang terus menerus akan membuat orang gampang emosi dan menjadi stres. Situasi itu juga akan berdampak pada kerusakan hubungan sosial, meningkatkan pratik kriminal dan penurunan moral masyarakat, belum lagi ancaman soal bencana.

warga lembah Gunung Kendeng berkumpul mensyukuri hasil panen
Warga lembah Gunung Kendeng sedang berkumpul, mensyukuri hasil panen.

Pegunungan kendeng selain memberi berkah kepada petani, pertanian sekitar pegunungan kendeng atas, adalah pensuplai bahan pangan yang melimpah juga berfungsi sebagai penyelaras alam. untuk penyimpan air hujan dan selanjutnya mengeluarkan secara perlahan-lahan pada musim kemarau melalui mata air dan sungai sungai.mJika pegunungan kendeng ditambang maka air hujan tak lagi memiliki tempat singgah dan akan rawan adanya banjir bandang.
.
Pegunungan kendeng merupakan tameng kehidupan, jika pegunungan kendeng di kepras habis maka masyarakat akan berhadapan dengan ancaman datangnya bencana alam. Bagi masyarakat pegunungan kendeng mendukung berdirinya tambang dan pabrik semen di wilayah pegunungan kendeng sama halnya dengan mati menggali kubur sendiri. *(at)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Peristiwa | Tags: , Trackback | 2 Comments

2 Responses to “Dampak Negatif Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Industri”

  1. edy toyibi says:

    salah satu bentuk pemaksaan asosiasipengusaha semen indonesia kepras tanah jawa,sampai pejabat tak mampu berkata – kata, rakyat yang akan dinista – kan.

  2. lembhu says:

    dimana hati nurani para pengambil kebijakan saat ini? kalau tanah banyak di eksploitasi apakah pemerintah gak pernah kawatir akan terjadi krisis pangan diindonesia? mosok kon mangan semen.

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net