Harga BBM Gagal Naik, Sembako Gagal Turun
3 - Apr - 2012 | by: admin
Sosialnews.com, Tuban – Meski pemerintah tidak jadi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tapi sejumlah harga sejumlah bahan pokok, khsusnya wilayah dikabupaten Tuban tetep bertenger diatas harga pasar satu minggu sebelumnya.
Dari pantaun Sosialnews.com (3/4) di pasar induk Pasar Baru Tuban (PBT) dan sejumlah pasar Tradisional seperti Wilayah kecamatan Marukarak, Palang Dan Rengel bahan-bahan pokok rata-rata naik 3-10 % dari sebelumnya. Seperti halnya harga cabe merah besar, naik dari harga Rp. 25 ribu/Kg saat ini masih tetap Rp. 35 ribu/Kg, sementara cabe rawit hijau naik dari Rp. 7 ribu/Kg menjadi Rp. 8 ribu/Kg, dan cabe merah keriting naik dari Rp.11 ribu/Kg menjadi Rp.12 ribu/Kg, Sedangkan harga bawang putih naik dari Rp.5.500/Kg menjadi Rp.8.500/Kg, begitu juga dengan bawang merah yang semula Rp.7 ribu/Kg saat ini masih tetap Rp.8 ribu/Kg.
Tidak hanya itu, sejumlah kebutuhan lain dari pabrikan Seperti harga gula, minyak goreng curah dan beras. Harga gula yang semula Rp.11.500/Kg saat ini masih Rp.12 ribu/Kg, minyank goreng curah dari Rp. 11.300/Kg menjadi Rp.10.800/Kg. Sedangkan komoditas beras naik rata-rata Rp. 500 per kilogram seperti beras jenis ciherang kwalitas super yang naik menjadi rp. 7.600/kg, kwalitas medium naik menjadi Rp. 7 ribu/Kg dan kwalitas rendah naik menjadi Rp.6.500/Kg.
Dari keterangan para pedagang, bahwa upaya menaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut adalah bagain dari upaya mempersiapkan rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM tempo hari, selain jumlah stok barang ditingkat pedagang kian menipis dan pasokan barang pada mereka mulai tersendat, menyusul isu naiknya harga bbm beberapa hari lalu.
“Kemarin satu minggu sebelum rencana pemerintah menaikan BBM, pasokan barang pada kami sudah mulai tersendat, kalau sejumlah barang tidak kita naikan, dan pemerintah bener-benar menaikan harga BBM, kita juga akan kena dampaknya, kalau tidak kita bisa tidak bisa kulakan lagi”
Kata Aliyah, salah satu pedagang di pasar baru Tuban (3/4).
Sementara Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Ir. Faried Ahmadi saat dikonfirmasi membantah jika harga kebutuhan pokok disejumlah pasar induk dan tradisisonal harganya naik. “Tidak mas, saya mendapatkan laporan setiap hari dari staf saya, kalau harga kebutuhan pokok masih stabil, kalaupun ada yang naik itu bahan-bahan pabrikan dengan kisaran 3 persen” Kata Faried.
Lebih lanjut diterangkan, kalau dari laporan anak buahnya kebutuhan pokok di Kabupaten Tuban malah melebihi pasokan yang dibutuhkan, bahkan ia belum satu minggu sempat menjual jagung hasil petani Tuban sebanyak 100 ton ke luar daerah. “Istilah guyonan-nya, untuk kebutuhan pokok di Tuban itu sur-surplus (Melebihi kebutuhan.red). “ Di Tuban itu istilahnya sur-surplus, dan kita akan melakukan operasi pasar, kalau memeng benar kebutuhan pokok di Tuban, Pertama pasokan-nya kurang dan yang kedua harganya tidak normal” Terang Faried. (Irul)
Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Ekonomi | Tags: Pasar Trackback | 0 Comments
Kategori Ekonomi
- Chatib Basri Resmi Dilantik Sebagai Menkeu
- Presiden SBY Menunjuk Chatib Basri Sebagai Menkeu Baru
- Kadin Gandeng Pegadaian Beri Pinjaman Bagi Usaha Kecil
- Pertemuan APEC Sepakat Percepat Penyelesaian Putaran Doha
- AS Optimis Potensi Investasi di Indonesia
- Pedagang Pasar Tradisional Solo Keluhkan Produk Impor
- BI Imbau Pemerintah Kendalikan Inflasi
- APEC Bahas Perdagangan Barang Bekas
- Indonesia Dorong Aturan Standar Keamanan Pangan APEC
- Tutup Kaesong, Korea Utara Bisa Kehilangan Sumber Devisa
Statistik
Archives




Facebook
Google +
Twitter