Buah Lokal Siap Rajai Pasar
23 - Jul - 2012 | by: admin
TUBAN, sosialnews.com – Kebijakan Gubernur Jawa Timur (Jatim) melarang buah impor masuk wilayah Jatim memang belum terasa dampaknya. Buah-buahan impor dari berbagai negara masih terlihat beredar di pasaran, bahkan di pasar-pasar tradisional. Tetapi menurut Nurhayati, pedagang buah di Pasar Baru Tuban, tanpa larangan itu pun sebenarnya buah impor bakal hilang sendiri dari pasaran. “Masyarakat masih suka buah lokal ketimbang buah impor. Selain harganya lebih murah, kualitasnya juga lebih baik,” kata Nurhayati yang biasa disapa Nur Buah itu, Senin (23/7).
Apel, misalnya. Konsumen lebih suka membeli apel lokal ketimbang apel impor dari New Zeland atau China. Menurut para konsumen, terutama para pedagang jus buah, apel lokal lebih bagus baik dari segi rasa maupun kualitas daging buahnya. Perbandingan permintaannya pun sangat mencolok dibanding apel impor. Nurhayati dan sejumlah pedagang buah di tempat itu mengaku rata-rata menghabiskan satu kwintal apel lokal, terlebih jenis manalagi produk Malang dan Batu.
Sementara untuk apel impor hanya mencapai 250 Kg/hari. “Faktor harga menjadi penentunya, Mas. Apel lokal jenis manalagi Rp 18 ribu per kilo (Kg), sedang apel impor yang sekelas dengan manalagi, apel Fuji, Rp 20 ribu per kilo. Beberapa minggu lalu malah sempat Rp 23-24 ribu per kilonya. Sekarang turun karena makin nggak diminati pasar,” jelas Nurhayati.
Tak hanya apel, jeruk lokal pun ternyata lebih diminati pasar ketimbang jeruk impor. Alasannya sama, selain harganya lumayan tinggi, kualitas buahnya juga tidak terlalu bagus. Alasan itulah yang membuat pembeli, kata Nurhayati, lebih cenderung memilih jeruk Siyam Bayuwangi dan atau jeruk Bali ketimbang jeruk impor. Dua jeruk produk lokal itu hanya berkisar Rp 13-14 ribu/Kg, sementara jeruk impor saat ini mencapai Rp 25 ribu/kg.
Kecenderungan pasar memilih buah lokal itu sebenarnya sudah lama diketahui. Tetapi kebijakan pasar terbuka menyebabkan buah impor masuk tanpa bisa dikendalikan, dan menyerbu pasaran. Serbuan buah impor yang kian meraja lela itu terang saja membuahkan kecemasan, karena bagaimanapun dengan volume impor demikian besar, buah lokal pasti bakal tergusur secara perlahan. Karena itulah, kata H. Sudarmudji, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Pemprov merasa perlu mengambil tindakan pencegahan dengan mengeluarkan keputusan Larangan Buah Impor masuk wilayah Jatim, per Mei lalu.
Upaya mendukung kebijakan itu, Gubernur menginstruksikan agar masing-masing daerah memacu produksi holtikulturanya. Dan untuk Tuban sendiri, kata Sudarmudji, meskipun tidak tertulis, Bupati KH Fathul Huda telah mengintruksikan pada masing-masing camat agar membudidayakan tanaman buah di masing-masing wilayahnya. Pilihannya, melon. “Kondisi tanah dan iklim di sini cocok untuk pengembangan buah melon. Sementara ini sudah 9,45 hektar yang sudah mulai tanam. Tersebar di seluruh kecamatan,” kata Sudarmudji.
Pemkab Tuban, lanjut Sudarmudji, men-support budidaya melon jenis ivory dan garbil tersebut dengan mengupayakan bantuan modal dari Bank Jatim lewat program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (K2PE) sebesar Rp 20 juta/camat. Menurut perhitungan, modal tersebut bakal menghasilkan rata-rata 50 ton melon / ha dari 23 ribu pohon yang ditanam.
Buah lain yang diproyeksikan menjadi andalan produk holtikultura Tuban adalah Jeruk. Saat ini telah berjalan proyek budidaya tanaman buah jeruk jenis Keprok Madura di Kecamatan Singgahan, dengan total luas lahan mencapai 600 hektar. “Potensi yang kita miliki lebih dari 1000 hektar untuk tanaman jeruk ini. Tapi saat ini baru 600 itu yang kita garap,” kata Sudarmudji.
Bila proyek-proyek budidaya tersebut benar-benar berhasil sesuai target, kata Sudarmudji, tidak mustahil pasaran buah bakal benar-benar dikuasai buah produk lokal. Bahkan super market yang saat ini sangat minim menyerap buah produk lokal, di waktu-waktu mendatang tidak ada pilihan selain menerima buah-buahan produk local, jika ingin tetap mendapat respon positif pasar. (be sudratmaja)
Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Ekonomi | Tags: Buah-buahan, Pasar Trackback | 0 Comments
Kategori Ekonomi
- Chatib Basri Resmi Dilantik Sebagai Menkeu
- Presiden SBY Menunjuk Chatib Basri Sebagai Menkeu Baru
- Kadin Gandeng Pegadaian Beri Pinjaman Bagi Usaha Kecil
- Pertemuan APEC Sepakat Percepat Penyelesaian Putaran Doha
- AS Optimis Potensi Investasi di Indonesia
- Pedagang Pasar Tradisional Solo Keluhkan Produk Impor
- BI Imbau Pemerintah Kendalikan Inflasi
- APEC Bahas Perdagangan Barang Bekas
- Indonesia Dorong Aturan Standar Keamanan Pangan APEC
- Tutup Kaesong, Korea Utara Bisa Kehilangan Sumber Devisa
Statistik
Archives




Facebook
Google +
Twitter