Petilasan Gagak Rimang Kuda Ronggolawe

26 - Mar - 2012 1:02 WIB | by: admin (4305 klik)
gagak rimamg

Sosialnews.com – Dalam perjalanan sejarah Kabupaten Tuban tidak bisa dipisahkan oleh sepak terjang Adipati Ronggolawe dan kuda tunggangannya yang diberi nama Gagak Rimang pada masa itu, yang sekarang menjadi simbol Kabupaten Tuban.

Peradaban masyarakat Tuban tidak lepas dari konsep magis, sakral, relegius yang menjiwai kehidupan, menyisakan banyak cerita, dongeng, mitos dan legenda juga apapun namanya, di setiap sudut kawasan di Kabupaten Tuban. Konon yang tersebar secara turun-temurun dari bahasa verbal antar masyarakat, masih dipercayai sebagian masyarakat sampai sekarang, bahkan jika terus kebiasaan tersebut berjalan dengan baik akan tetap terjaga selamanya.

Legenda yang berkembang menceritakan bahwa saat awal mula membuka tlatah atau kawasan Tuban pada zaman Mojopahit dahulu terjadilah perebutan kekuasan, terjadi perselisihan dahsyad antara Kebo Anabrang dan Lembu Suro untuk memimpin Kadipaten Tuban. Perselisihan yang sudah sampai pada pertarungan fisik atau adu kesaktian berjalan berpindah-pindah tempat, namun yang paling seru terjadi di sekitaran Desa Beron Kecamatan Rengel. Di tengah perselisihan tersebut muncullah Adipati Ronggolawe selanjutnya berselisih dengan Kebo Anabrang, sehingga perselisihan hebat terjadi antara Kebo Anabrang dan Adipati Ronggolawe. Seperti yang dipercaya masyarakat Adipati Ronggolawe identik dengan kendaraan tunggangannya berupa kuda yang diberi nama Gagak Rimang.

Pertarungan adu kesaktian tersebut terjadi berlangsung berhari-hari, sehingga pada suatu saat kuda tunggangan Adipati Ronggolawe tumbang terbunuh di kawasan Desa Trutup, yang sekarang bernama Talunrejo. Petilasan kuburan jaran (kuda) tersebut terdapat persis di tepi jalan Tuban – Bojonegoro Km 20 dan 5m dari garis tepi jalan Propinsi. Kondisi terkhir dari pantauan sosialnews sangat memprihatinkan, tepat berada di bawah rumpun pohon bambu dibatasi oleh batangan kayu yang sudah dimakan rayap dikerubungi semak perdu. Di sisi lain tempat petilasan itu sangat dekat dengan kegiatan usaha pembakaran gamping sehingga nampak debu putih menempel menutupinya.

Menurut Pak Abdul (80 th) warga sekitar yang kebetulan memecah batu-batuan untuk bahan bangunan di dekat tempat petilasan kuburan kuda, “Saya masih sering melihat tempat ini diziarahi orang dan biasanya dilakukan pada malam hari.“ Dari tempat tersebut juga memang banyak ditemukan bekas sesaji antara lain, dupa, ceceran bunga dan botol-botol minyak. “Katanya para peziarah, di sini mempunyai yoni (kekuatan ghaib) yang sangat besar, juga banyak misteri benda-benda pusaka yang tidak tampak. “Pengunjung tempat tersebut kebanyakan dari luar daerah, ada yang dari dalam Kabupaten Tuban maupun luar Kabupaten seperti Bojonegoro, Lamongan dan sekitarnya.

Terlepas dari apa yang diyakini oleh masyarakat tentang petilasan kuburan kuda tersebut, sudah sepatutnya menjadi perhatian para pihak yang berkepentingan atas kearifan lokal sejarah Kabupaten Tuban, dengan semua jejak budayanya kata salah satu supranaturalis, Imam syafi’i (45 th). * (at)


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Budaya | Tags: , Trackback | 22 Comments

22 Responses to “Petilasan Gagak Rimang Kuda Ronggolawe”

  1. sholahuddin says:

    kok olehhh ae gus atmo

  2. ali says:

    gus atmo paling aktif

  3. Faiza says:

    Mas, kuda nya Ronggolawe itu kan g punya nama. Gagak Rimang itu kudanya Ariyo Penangsang, Bupati Jipang, kan? Kan kasihan Ariyo Penangsang kalau Gagak Rimang jadi kudanya Ronggolawe, dia ntar g punya kuda dan pastinya umurnya kuda Ronggolawe g mungkin sampai pada zaman Ariyo Penangsang kan? hehehe

  4. gous at says:

    banyak versi mas , sumber dari kearifan lokal masyarakat sekitar makam itu mengatakan demikian trima kasih

  5. agnes says:

    faiza, sdh betul gagak rimang itu nama kuda ronggolawe. seorang pendekar (tokoh beladiri silat) dari semarang yg mempunyai perguruan silat di tuban bahkan membuat nama gagak rimang sebagai nama perguruan silat kami sejak tahun 1980-an. kalo aryo penangsang itu menurut sy hanya legenda (cerita rakyat), kalo ronggolawe itu sejarah & lebih kuat legalitasnya ketimbang legenda.

  6. Kundolo Mirah says:

    Agnes: Wah nek Aryo Penangsang dibilang legenda, berarti anda belum benar-benar mempelajari sejarah… Padahal yang namanya Aryo Penangsang sendiri adalah salah satu murid dari Sunan Kudus dan dalam sejarah masih merupakan keturunan / cucu dari Raden Patah yang ayahnya dibunuh oleh Sunan Prawoto yang masih merupakan dan memang kudanya dalam babad tanah jawa juga bernama Gagak Rimang… Bisa saja Aryo penangsan juga mengagumi Adipati Ronggolawe dan memberi nama kudanya seperti kuda milik Raden Ronggolawe, Gagak Rimang… Lha wong pendekar di semarang aja namain perguruannya juga ikut^ an gitu…gitu aja kok repot…:D

  7. rasyid says:

    kudanya ronggolawe bukannya nila ambara? apa ronggolawe punya 2 kuda? kalo bgitu yg dipakai saat bertarung dengan anabrang itu kuda yang mana ya?

  8. mhicha says:

    kudanya apakah betwarna hitam, berperawakan besar kokoh¿?

  9. gelab says:

    banyak fersi, namun sejarah nasional mendasarkan sejarah ronggolawe dr kitab pararaton,kidung ronggolawe dan kidung harsawijaya. Disebutkan kuda ronggolawe yg mati saat perang dg anabarang adalah bernama nila ambara.

  10. axl says:

    setau saya kudanya ronggolawe itu nila ambara , dan kudanya harya penangsang itu yang gagak rimang , kalo masalah beladiri di BLORA juga ada Radio FM gagak rimang . Dan nama itu di ambil dari kisah aryo penangsang yang mempunyai kuda yg juga sakti berwarna hitam ,

  11. andre says:

    sya jualan kuda om,klo kusir2 menyebut kuda yg wrna hitam mereka mnyebutnya gagak rimang,klo gak ya hitam maid, napas untuk kuda wrna coklat,tp mnurut primbon biasanya yg di naiki pangeran apa raja ya kuda hitam pekat,kuda gagak rimang,ktnya bs buat tolak balak

  12. rudhi r_82 says:

    Sekarang kuda ngak sekuat dulu..

  13. Rokhim says:

    Ya, kalo nggak salah sejarah yang lain menyebut nama kuda Rangga Lawe bernama Nila Ambara dan Kerisnya bernama Mega Lamat. mana yg benar ya…?

  14. Rokhim says:

    Memang Jualan kuda, tapi kuda apa dulu? kalo kuda untuk pedati/ delman mungkin gak selevel kuda para raja/ pangeran, paling tidak jaman sekarang ya selevel kuda pacu he he he….

  15. sanny says:

    kuda sekarang pada lemah sahwat

  16. krishna sanjaya says:

    Bagi saya kuda arya penangsang dan kuda ronggolawe adalah kuda hebat pada zaman-nya.entah nila ambara ataupun gagak rimang semuanya hebat
    Dan bagi saya entah arya penangsang dan ronggolawe adalah legenda hidup di masa lalu dan menjadi pahlawan di kawasan masing2…
    Tp klo masalah kuda arya penangsang dan ronggolawe gak ada yg bs mengalahkan kuda saya yg bernama”innova”….ђёђёђёђёђё

  17. duhita panca tantra says:

    Mohon maaf sebelumnya, menurut beberapa sumber yang saya baca nama kuda ronggolawe itu nila ambhara, sedangkan gagak rimang adalah nama kuda aryo penangsang. Maaf cuma mau share aja..

  18. Kok bahasa kuda wes gak kuat tubesin to py says:

    Kok ribut maslah kuda gak kuat beli besin to gimn??

  19. Rusman says:

    Semua orang lelaki pasti punya kuda hitam, Ranggalawe, Kang Aryo, dan awak ndewek, he..he..

  20. agung budi prasetya says:

    Mnrt sy gagak rimang itu kudanya arya penangsang.Sedangkan kudanya ranggalawe sy tdk tahu namanya.Sy jelas tdk setuju jika arya penangsang cuma sekedar legenda krn dia benar2 ada.Bahkan dlm pelajaran sejarah jg tertulis namanya.Dan dia mati di tangan danang sutawijaya(panembahan srnapati,raja mataram yg pertama).Apa itu jg legenda?Antara ranggalawr & arya penangsang ada kesamaan yakni sama2 dipandang sbg pahlawan masing2.Ranggalawe pahlawan bagi masyarakat tuban,sedangkan arya penangsang pahlawan bagi madyarakat jipang panolan.Trm kasih.

  21. pelangi surga says:

    saya Keturunan Eyang RonggoLawe

  22. gondomayit says:

    aku mau kuda yang namanya nila saroya.

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net