Batik Gedog Merambah Perumahan Elit di Tuban

6 - Apr - 2012 10:23 WIB | by: admin (81 klik)
batik gedog tuban - sosialnews.com

Sosialnews.com, Tuban – Batik Gedog merupakan motif khas lokal Tuban, mampu mengilhami seluruh kehidupan masyarakat, dari baju, kaos sampai pada menyentuh aksesoris taman seperti pot tempat bunga di komplek perumahan elit.

Berbicara tentang Batik Gedog mempunyai kekhasan tertentu yang melekat pada nama Kabupaten Tuban, dengan hampir belasan motif yang ada. Di antara motif-motif tersebut ada beberapa motif yang mendominasi dalam lukisan pada pot bunga di rumah Bapak Sudjarwoto Tjondronegoro, salah satu rumah di perumahan elit Perum Bukit Karang Blok AK 9, yang beberapa hari ini semua pot bunga di taman halaman rumahnya, dilukis dengan motif Batik Gedog Tuban.

Saat hujan rintik-rintik suatu malam, di sudut perumahan bukit karang Nampak kesibukan di teras rumah yang diterangi lampu neon 20 watt Nampak dengan telaten dan tekun tangan pembatik perempuan tersebut menggores sisi demi sisi pot mnghasilkan berbagai motif, di antaranya motif burung merak, binatang kaki seribu sampai kuntum bunga secara abstrak, tak lepas juga ada gambaran binatang yang lagi menjadi wabah masyarakat saat ini yaitu serangga tomcat. “Tidak ada salahnya saya mengabadikan serangga tomcat yang saat ini menjadi wabah ke dalam motif,“ ujar Dea Andrea (33 th). ”Namun tidak meninggalkan motif asli Batik Gedog pada umumnya mas,“ imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, sosialnews sempat melakukan wawancara dengan pemilik rumah bapak Djarwoto mengatakan, “Saya memang mencintai motif Batik Gedog yang menjadi kebanggaan masyarakat Tuban, hal ini saya abadikan pada seluruh pot-pot bunga di taman. Dengan tujuan agar dapat dinikmati semua orang yang berkunjung kerumah.“ Dosen di salah satu perguruan tinggi favorit di Tuban ini menambahkan, “Kalau kaos, baju dan sebagainya tidak mesti saya pakai setiap kesempatan, namun jika itu permanen tergambar dalam pot bunga dapat dinikmati setiap saat, oleh siapa saja.“ Dalam mengerjakan pembuatan motif tersebut dilakukan oleh dua pekerja.

Posisi rumah di tempat strtegis, persisnya ada di pojok perempatan jalan perumahan yang setiap orang lalu-lalang dengan mudah dapat melihatnya. Taman yang asri itu dihiasi beberapa jenis tumbuhan, seperti bonsai dari pohon asam, beringin, sawo, kawis batu sampai jenis bawang-bawangan. “Lihatlah begitu asri, sambil uri-uri (menjaga) kebudayaan local,”ujar Ketua Ikatan Sarjana Indonesia (ISHI) Cabang Tuban tersebut.* (At)*


Beranda | RSS 2.0 | Kategori: Budaya | Tags: , Trackback | 0 Comments

Isi Komentar

*
 


©Copyleft 2011 - 2014 by sosialnews.com
Custom & Design: paradesain.net